MATA INDONESIA, JAKARTA – Bayangkan sosok Batman. Seorang pria dengan kostum serba hitam yang mengawasi kota dari atap salah satu gedung di kota metropolitan bernama Gotham. Mukanya tegang dan matanya terlihat dingin ditutupi topeng dengan bentuk yang menyerupai kepala kelelawar

Batmab tak bisa terbang. Kostumnya dilengkapi jubah yang jika berkibar ditiup angin terlihat seperti sayap yang melekat di tubuhnya. Kostum yang digunakan Batman ini untuk melindungi identitasnya saat beraksi menumpas kejahatan. Sosok di balik kostum itu adalah Bruce Wayne, pengusaha dengan kekayaan yang seakan tak terbatas, warisan dari orangtuanya yang tewas dibunuh perampok.

Namun sosok misterius Batman ini seolah tak berarti saat ditayangkan pertama kali di stasiun televisi ABC pada 12 Januari 1966. Dibintangi oleh Adam West sebagai Batman dan pasangannya Burt Ward sebagai Robin.

Tayangan ini menarik perhartian penonton dan hits di zamannya. Meski sebenarnya, sudah ada dua serial film mengenai Batman, yang masing-masing dibintangi Lewis Wilson dan Robert Lowery. Namun, penampilan Batman versi Adam West ini dianggap sebagai pionir aksi manusia kelelawar, yang membuka jalan popularitasnya di dunia hiburan.

Serial Batman Adam West ini jauh dari kesan seram dan misterius. Batman tidak mengenakan pakaian serba hitam juga tidak bersuara berat. Batman saat itu bisa dibilang penuh dengan humor yang kocak. Mulai dari cara berkelahi, berpakaian hingga menangkap penjahat.

Serial film ini juga cocok ditonton anak-anak. Nilai moral yang disampaikan di setiap episodenya banyak sekali, seperti mengerjakan pekerjaan rumah, memakan sayuran, minum susu, hingga menjaga binatang peliharaan. .

Suasana yang penuh warna, dialog yang kocak, alur cerita yang konyol dan jauh dari logika, action sequence yang sangat terlihat bohongan dan selalu diiringi musik yang ceria serta caption seperti dalam buku komik membuat film ini terasa menyenangkan.

Salah satu yang tidak dapat dilupakan dalam film ini adalah musik pembukanya. Musik yang digarap oleh Neal Hefti, sangat sulit hilang dari pikiran para penontonnya. Ada sebelas kali teriakan “Batman!” dalam musik pembuka tersebut. Banyak yang mengira suara teriakan itu berasal dari terompet, padahal suara tersebut berasal dari paduan suara Ron Hicklin Singers yang terdiri dari empat tenor dan empat sopran.

Adegan paling kocak dari Batman klasik ini, setiap kali Batman atau Robin melancarkan pukulan, selalu ada efek suara yang muncul di layar, seperti “KAPOW!”, “BAM!”, “ZONK!”, atau “BANG!”. Total dari efek suara untuk adegan perkelahian Batman atau yang dikenal dengan istilah onomatopoiea adalah 85. Ada pula adegan jenaka ketika Batman berlarian sangat lama karena kesulitan membuang bom raksasa yang dipegangnya.

Tidak hanya Batman dan Robin , Ke-4 tokoh penjahat juga bertindak tidak kalah konyol. Jangan berharap merasa takut atau pun tegang melihat aksi para penjahat tersebut, Joker yang saat ini terkenal sebagai agent of Chaos ala Heath Ledger di film ini justru hanya seorang penjahat biasa dengan tingkah konyol dan muka badut biasa. The Riddle juga tak kalah lucu dengan teka-teki yang dilontarkan yang jawabannya cukup membuat penonton tertawa. Film ini dibuat dengan sengaja membubuhi komedi sebagai hiburan bukan hanya semata mengejar uang, dan hal inilah yang menjadi poin plus dari para penonton.

Reporter: Anggita Ayu Pratiwi

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here