Ini Perbedaan Mendasar Antara Agama Katolik dan Protestan
Ilustrasi

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekilas mungkin banyak yang mengira agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan tidak memiliki perbedaan. Namun, anggapan tersebut keliru besar sebab banyak sekali perbedaan antara dua agama ini. Berikut ini 12 point perbedaan antara dua agama ini :

1. Protestan tidak mengakui Paus
Ini adalah perbedaan paling utama antara Kristen Protestan dan Katolik. Paus adalah pemimpin tertinggi umat Katolik. Paus bertahta di Vatikan, Roma. Paus pertama adalah St. Petrus, pemimpin dari ke-12 murid Yesus.

Dari kemunculan agama Katolik, sejak abad pertama hingga sekarang sudah ada sekitar 300-an Paus yang memimpin. Paus sekarang adalah Paus Fransiskus I yang menggantikan Paus Benedictus XVI. Namun agama Protestan tidak mengakui Paus dan tidak memiliki pemimpin tertinggi.

Soal Pandemi, Paus Fransiskus : Ada 2 Pilihan, Membaik atau Memburuk!
Paus Fransiskus (istimewa)

Alasannya bisa ditelusuri dari abad pertengahan di Eropa. Pada zaman itu, Paus Leo X ingin membangun gereja terbesar dan terindah di dunia yang disebut Basilika St. Petrus di Vatikan. Paus Leo X kemudian melakukan hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran Katolik yaitu menjual surat pengakuan dosa. Hal ini diprotes oleh seorang pastor bernama Martin Luther dari Biara St Augustine di Erfurt, Jerman. Ini salah satu alasan terjadi perpecahan (skisma) dalam gereja katolik di masa itu. Maka kerap orang menjuluki Gereja Katolik sebagai ‘Gereja Tua’ dan Gereja Protetan sebagai ‘Gereja Muda’.

Ia akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari gereja Katolik. Karena memprotes gereja Katolik, maka pengikut Martin Luther kemudian disebut ‘Protestan’.

Namun upaya protestan lepas dari katolik ternyata memunculkan implikasi yang cukup besar. Karena tak mengakui Paus, maka mereka mudah terpecah-pecah menjadi berbagai aliran yang lebih kecil yang disebut “denominasi”. Aliran-aliran ini muncul karena perbedaan penafsiran antara satu kelompok dengan kelompok lain. Misalnya di Indonesia ada GPIB, Kharismatik, Pentakosta, Metodis, Baptis (GBI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Batak (HKBP), Adven dan lain-lain.

2. Orang Katolik Bisa Beribadah di Gereja Katolik Manapun
Mengingat Umat Katolik mengakui Paus sebagai satu-satunya pemimpin tertinggi. Maka implikasi praktisnya, orang Katolik bisa bebas beribadat di gereja Katolik manapun. Mau di Jakarta, Bandung, Malang, Manado, New York sebab ajarannya sama.

Tapi orang Protestan biasanya hanya pergi ke satu gereja yang sama seumur hidupnya karena tiap-tiap denominasi Kristen memiliki ajaran dan penafsiran yang berbeda. Bahkan tak jarang, antara denominasi Protestan yang satu dengan yang lain berselisih paham gara-gara perbedaan pandangan itu.

3. Cuma Orang Katolik yang membuat tanda salib
Cara termudah membedakan yang mana orang Katolik dan yang mana orang Protestan adalah dengan memperhatikan saat mereka hendak berdoa. Biasanya sebelum dan sesudah berdoa, biasanya orang Katolik membuat tanda salib, sedangkan hal itu tak ditemukan pada orang Protestan.

Alasan orang Protestan tidak memakai tanda salib karena mereka berpegang teguh pada ajaran Martin Luther soal ‘Sola Scriptura’ (Kitab Suci sebagai dasar ajaran tertinggi) sehingga hal-hal yang tak ada dalam Kitab Suci dianggap tak sesuai dengan semangat awal Kristiani. Dan mereka menilai tanda salib sebagai warisan dari tradisi jemaat Kristen awal pada abad kedua.

Tak hanya itu, mereka juga berkeyakinan bahwa Yesus Kristus tak pernah mengajarkan penggunaaan tanda salib dalam berdoa. Maka mereka langsung saja berdoa tanpa harus menggunakan tanda salib.

Umat Kristen Protestan juga sangat jarang melakukan ibadat menggunakan simbol-simbol seperti salib. Bahkan pada salib gereja protestan tak ada corpus (tubuh) Kristus seperti dalam gereja Katolik. Alasannya karena mereka menilai tak ada bukti sejarah yang kuat kalau Yesus wafat di salib. Umumnya hal tersebut terjadi karena para pengikut Kristen Protestan berasal dari pengikut perjanjian baru.

4. Perbedaan kitab suci
Nama kitab suci orang katolik dan protestan sebenarnya sama yaitu Alkitab. Bukan injil ya karena injil hanyalah sebagian kecil dari isi Alkitab yang khusus menceritakan kehidupan Yesus.

Meski demikian, ada perbedaan mencolok dalam Alkitab orang Katolik dan Protestan. Alkitab Katolik lebih tebal daripada Alkitab Protestan. Soalnya di dalam Alkitab Katolik ada tambahan 12 kitab yang dinamakan Deutero-Kanonika. Namun bagi Kitab-kitab tersebut tak diakui kebenarannya di agama Protestan.

Salah satu alasan orang protestan tak mengakui kitab-kitab ini karena mereka tidak mempercayai adanya gagasan ‘Api penyucian’ atau ‘Purgatorium’ (wilayah di antara surga dan neraka) yang dipercayai oleh orang Katoliks sebagai tempat bagi orang yang sudah meninggal memantaskan diri sebelum masuk ke surga. Doktrin ini cuma ada di kitab Deutero-Kanonika.

5. Soal penafsiran kitab suci
Dalam Katolik, orang biasa tidak boleh menafsirkan kitab suci. Satu-satunya yang boleh menafsirkan kitab suci hanyalah Magisterium, yaitu para ahli-ahli agama yang belajar secara khusus soal kitab suci dan berpusat di Roma. Dan Umat Katolik di seluruh dunia tinggal mengikuti saja penafsiran dari Magisterium tersebut. Sedangkan menurut ajaran Protestan, semua orang punya hak yang sama dalam menafsirkan kitab suci dan tak dimonopoli pemuka agama.

Sekilas keliatannya protestan lebih bebas. Namun ternyata ada dampak signifikannya yaitu muncul banyak penafsiran sehingga tidak lagi terarah dan kerap melenceng dari Kitab Suci. Sementara Umat Katolik di seluruh dunia terlihat lebih bersatu karena memiliki satu pendapat yang sama tentang kitab suci yang ditopang oleh Magisterium dan Tradisi.

5. Pemuka agama Katolik tidak boleh menikah, sedangkan Protestan boleh
Para pemuka agama Katolik mulai dari pastor hingga Paus tak boleh menikah alias hidup selibat seumur hidup. Hal ini merujuk pada ajaran Yesus sendiri yang selama hidup-Nya tak pernah menikah.

Selain itu, tujuannnya agar mereka bisa berkonsentrasi dalam mengajarkan agama Katolik. Sementara dalam gereja Protestan, pendeta diperbolehkan menikah.

6. Katolik mengkultuskan Bunda Maria, sedangkan Protestan melarang
Umat Katolik sangat mengkultuskan Bunda Maria sebagai ibunda dari Yesus Kristus. Umumnya yang namanya orang Katolik memang sangat mencintai dan menghormati Bunda Maria. Sebagai penghormatan kepada Bunda Maria, dalam agama Katolik ada kebiasaan berdoa rosario (semacam tasbih dengan liontin salib) dan berziarah ke Goa Maria setiap bulan Mei dan Oktober.

Tapi di Protestan, tak ada kebiasaan semacam itu karena ajarannya memang melarang pengkultusan pada Bunda Maria. Mengingat Martin Luther di awal mendirikan Protestan pada abad ke-16 berpendapat bahwa Maria ibunda Yesus, adalah wanita biasa sebagaimana layaknya seorang ibu yang lain.

7. Katolik mengakui para orang kudus (santo-santa) sementara Protestan tidak
Para orang kudus (“saint” dalam bahasa Inggris, disingkat “St” dan ditaruh di depan nama) merupakan orang-orang yang memiliki iman yang sangat kuat sehingga dipercaya sudah masuk surga. Orang kudus laki-laki disebut santo, sementara yang perempuan disebut santa.

Nama-nama para kudus ini biasanya digunakan sebagai nama gereja, misalnya gereja Santa Maria, gereja Santo Petrus, dan lain-lain. Para kudus juga punya hari perayaannya sendiri. Misalnya hari raya St Valentine dirayakan tiap 14 Februari.

Nama orang kudus juga digunakan umat Katolik sebagai nama baptis setiap umat Katolik seperti contohnya Thomas, Maria, Anastasya, Bernadette, Benedictus, Yohanes, Fransiskus Xaverius dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun, pada umat Kristen tidak mengakui keberadaan orang kudus tersebut, sedangkan untuk baptis bayi, umat Kristen biasanya memakai nama-nama Nabi seperti contohnya Samuel, Abraham, Adams, David dan sebagainya.

8. Perbedaan pada sakramen suci
Pada agama Katolik ada 7 macam sakramen suci yakni baptis yang umumnya dilakukan pada saat masih bayi atau orang dari luar Katolik yang ingin masuk menjadi Katolik. Lalu sakramen Krisma yang diberikan pada saat usia remaja sebagai sakramen penguatan.

Kemudian sakramen Ekaristi yang diterimakan sebagai simbol persatuan umat dengan Yesus Kristus yang dirayakan setiap minggu di gereja. Lalu ada sakramen imamat yang diberikan khusus kepada yang memilih selibat sebagai Pastor. Lalu ada sakramen pernikahan dan sakramen pengakuan dosa. Ada juga sakramen pengurapan orang sakit yang dipercaya sebagai bekal bagi orang yang mengalami sakratul maut untuk bisa diijinkan masuk ke Surga.

Sementara dalam agama Kristen, hanya diakui 2 sakramen saja yakni Baptis dan Ekaristi. Baptis sebagai simbol bahwa manusia telah menenggelamkan kehidupan duniawinya ke dalam kematian Yesus Kristus dan selanjutnya dibangkitkan oleh Kristus menjadi ciptaan yang baru (Roma 6:4).

Sementara sakramen ekaristi sebagai momen untuk mengenang apa yang Yesus lakukan saat masih hidup. Ini sendiri menjadi ketetapan Yesus untuk gereja lakukan seperti yang tertulis pada 1 Korintus 11:25 “… perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Ekaristi juga dilakukan untuk mengingat kembali tentang penyaliban Yesus. Hal itu terinspirasi dari Lukas 22:16 “Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah”, maka kita harus mengerti bahwa perjamuan kudus pun berkaitan dengan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya.

9. Perbedaan gender pemuka agama
Pada agama Kristen tidak ada perbedaan gender atau jenis kelamin untuk urusan pemuka agama sehingga laki-laki dan wanita bisa berkesempatan untuk menjadi seorang Pendeta.

Pendeta Junita Rondonuwu-Lasut (tengah) saat memimpin kebaktian bersama Jemaat Kristus Indonesia di Frankfurt (dw.com)

Sementara pada agama Katolik, hanya laki-laki saja yang diperbolehkan untuk menjadi seorang pemuka agama atau Pastor dan wanita menjadi seorang biarawati atau suster.

Reporter : Anastasia Irawati

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here