Enaknya, Mahasiswa STP Bandung Magang di Malaysia, Tiket Pesawat Ditanggung dan Dikasih Uang Saku
Ilustrasi Mahasiswa STP Bandung (fajar.co.id)

MATA INDONESIA, BANDUNG – Siapa yang gak mau kalau jalani magang dari kampus, tiket pesawat ditanggung perusahaan dan digaji pula. Nah, pengalaman ini dialami sendiri lho oleh Anelka Lazuardi, mahasiswa STP Bandung yang mengambil jurusan Manajemen Divisi Kamar (MDK).

Anelka menjalani magangnya selama 2 bulan 16 hari di Hotel Mandarin Oriental Kualalumpur, Malaysia. Ia mengaku, saat ke sana ongkos transportasi ditanggung oleh pihak hotel.

“Tiap bulan saya dapat gaji 600 ringgit atau sekitar Rp 2,1 juta,” ujarnya kepada Mata Indonesia di Bandung, 1 September 2020.

Meski begitu, ia merasa kurang puas karena semua pembelajaran di kampus tak bisa ia pratekan selama magang. Anelka yang seharusnya bertugas sebagai petugas check in dan check out, malah tidak diizinkan pihak hotel. Alasannya mereka tidak mau ambil resiko.

“Padahal tugas itu sudah saya kuasai di kampus dari semester 1-3. Jadi ada ketidaksesuaian dan itu yang membuat performance saya jadi turun ketika balik lagi ke kampus. Karena apa yang saya dapat di kampus ternyata tidak terpakai saat magang,” katanya.

Anelka menjelaskan bahwa sebenarnya selama di kampus terutama di jurusan MDK, sejak semester 1-2 mereka telah dianjarkan untuk jadi craft. Lalu di semester 3, belajar menjadi supervisor.

“Masuk semester 4, baru kita ikut job training. Jadi sebenarnya kalau sampai di tempat magang sudah gak kaget lagi. Tapi karena seorang trainer sering dipandang sebelah mata, makanya saya tidak bisa keluarkan apa yang sudah saya pelajari,” ujarnya.

Anelka juga mengungkapkan bahwa dari segi keramahtamahan, ternyata orang Malaysia tidak seramah orang Indonesia. Ia pun menilai hal tersebut mungkin tergantung pada kultur budaya setempat dan kultur di hotel itu sendiri.

“Sebenarnya saya punya keinginan untuk mengoreksinya, tapi karena saya berpikir sebagai saya anak baru, makanya saya diam aja,” katanya.

Namun ia tak pernah kehabisan akal. Ia mencoba menerapkan metode penerimaan tamu yang benar sesuai dengan apa yang didapatkan selama di kampus. Menurutnya, hal tersebut secara tak langsung telah menjadi teguran halus untuk teman kerjanya yang lain.

Ia pun bersyukur bisa mengambil jurusan MDK. Ia merasa karakternya terbentuk dan mentalnya menjadi lebih siap lantaran sudah terbiasa dipush dengan didikan yang keras dari senior dan para dosen.

“Sehingga saat masuk ke magang kita tinggal penyesuaian sedikit saja. Baik dari segi makanan maupun cuaca. Untuk adaptasi biasanya butuh waktu 1-2 minggu saja,” ujarnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here