Megatsunami

MATA INDONESIA, JAKARTA – Umumnya kata tsunami sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Tapi pernahkah Anda mendengar kata megatsunami? Luapan air terbesar yang dikenal dengan gelombang kehancuran ini mampu mengakibatkan kepunahan populasi makhluk hidup pada masa pra sejarah.

Megatsunami merupakan istilah yang menggambarkan gelombang amplitudo awal yang memiliki kekuatan jauh lebih besar dari tsunami biasanya. Ketinggian gelombang dari megatsunami ini biasanya lebih dari 100 meter dengan kecepatan 890 kilometer per jam, dan dapat menerjang daratan sejauh 20 kilometer.

Jika tsunami biasa disebabkan oleh aktivitas tektonik maka beda halnya dengan megatsunami, fenomena ini terjadi karena hantaman objek yang super besar dan dengan cepat menggantikan volume air.

Fenomena megatsunami ini pernah terjadi di beberapa negara, namun satu-satunya megatsunami terbesar terjadi di negara Alaska tepatnya di teluk Lituya Bay pada tahun 1958. Tsunami dahsyat yang terjadi di Lituya Bay itu disebabkan karena adanya gempa yang membuat tebing teluk hancur dan menghantam perairan, tebing yang jatuh ke dalam perairan itu diperkirakan beratnya setara dengan 600 ribu ekor ikan paus. Ketinggian gelombang megatsunami ini mencapai 524 meter atau lebih tinggi dari Menara Empire State Building yang ada di kota New York.

Selain itu megatsunami tertinggi juga pernah terjadi di St. Helens Amerika, bendungan Vajont Italia, dan Jepang dengan ketinggian gelombang diatas 100 meter.

Jutaan tahun yang lalu pada zaman pra sejarah megatsunami sudah lebih dulu terjadi, sebuah asteroid sebesar gunung Everest menabrak bumi. Peristiwa ini melenyapkan reptil raksasa yang ada di muka bumi dan menyebabkan terjadinya megatsunami setinggi 1,6 kilo meter atau dua kali tingginya Menara Burj Khalifa di Dubai.

Dampak yang diakibatkan dari kejadian megatsunami tak main-main, pasalnya fenomena ini dapat menenggelamkan suatu pulau dan memakan korban jiwa yang sangat besar. Akan tetapi rupanya tsunami dalam kategori mega tidak sepenuhnya ditentukan dari ukuran gelombangnya saja lho.

Tsunami yang terjadi di Samudra Hindia pada tahun 2004 silam juga termasuk dalam kategori megatsunami. Hal itu dikarenakan peristiwa yang memiliki gelombang setinggi 30 meter tersebut melanda 14 negara, serta menewaskan hampir 230.000 orang.

Melansir dari kanal YouTube Sisi Terang, walaupun sangat menyeramkan dan berbahaya fenomena megatsunami ini ternyata jarang sekali terjadi. Akan tetapi tanah longsor dan gempa bumi bisa terjadi kapan saja, dan meninimbulkan reruntuhan puing-puing yang bisa memicu terjadinya megatsunami.

Reporter: Miskatul Nisa Kamilah.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here