MATA INDONESIA, – Jakarta sebagai kota bisnis memiliki pergerakan penduduk yang sangat tinggi. Dengan aktivitas penduduknya yang sibuk, tentu saja diperlukan sarana transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan akan kecepatan dan ketepatan waktu. Hal yang sangat tepat dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan menyediakan moda transportasi dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) atau lebih dikenal dengan Transjakarta.

Transjakarta sebagai satu-satunya alat transportasi publik yang berstandard internasional telah hadir sejak 15 tahun yang lalu. Mengusung semangat budaya bertranspotasi yang lebih humanis, Transjakarta yang dimiliki Pemerintah DKI Jakarta telah melayani masyarakat dan memiliki 13 koridor dengan total panjang mencapai 251,2 kilometer. Menurut catatan sejarah, rute ini adalah yang terpanjang se Asia Tenggara dan Selatan.

Upaya Transjakarta dalam memaksimalkan layanan kepada masyarakat dan sebagai moda transportasi publik yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah banyak dilakukan dengan memperluas jaringannya. Saat ini tersedia 260 halte yang tersebar di 13 koridor. Guna lebih memberikan layanan yang memuaskan kepada penumpang, Transjakarta juga menambah rute khusus untuk mengurangi kepadatan penumpang di beberapa koridor dan hanya beroperasi di hari kerja. Selain itu, saat ini Transjakarta juga telah terintegrasi dengan moda transportasi alternatif lain yaitu Jak Linko dan MRT (Mass Rapid Transit) sebagai bukti keseriusan Pemerintah DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan transportasi penduduk Jakarta.

Sepanjang 2019, Transjakarta telah mencatat kenaikan penumpang yang signifikan dan merupakan rekor tertinggi dalam sejarah dengan mengangkut sebanyak 246,6 juta pelanggan. Sebuah capaian yang patut diapresiasi dan merupakan bukti kepercayaan publik dalam menggunakan Transjakarta.

Ulasan Keberhasilan Keberhasilan Transjakarta sebagai barometer dari keberhasilan pengelolaan transportasi umum di Indonesia tidak lepas dari strategi dalam mengelola pengalaman masyarakat dalam menggunakan Transjakarta. Mari kita ulas apa saja yang dilakukan oleh Transjakarta hingga mencapai target tersebut.

Pertama, Transjakarta mampu memberikan edukasi yang benar kepada penduduk DKI Jakarta bahwa untuk mengatasi kemacetan diperlukan kerja sama dari berbagai pihak utamanya para pengguna moda transportasi. Edukasi yang tepat membuat para pengguna kendaraan pribadi kemudian beralih ke moda transportasi umum milik pemerintah.

Kebijakan pemerintah dalam memberikan layanan kepada masyarakat DKI Jakarta melalui penyediaan transportasi umum yang mudah, murah dan cepat menjadi sebuah kampanye yang mumpuni. Janji peningkatan kualitas pelayanan juga termasuk hal yang cukup signifikan mendorong masyarakat menggunakan Transjakarta.

Kedua, pembangunan infrastruktur yang cukup gesit dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta telah menambah jumlah halte dan juga rute khusus untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi lain seperti KRL, MRT, LRT dan Jak Lingko.

Pengguna moda transportasi menjadi lebih nyaman menggunakan transportasi umum di Jakarta
sehingga pengalaman yang baik ini dapat terus meningkatkan potensi pertambahan pengguna yang akhirnya dapat mengurangi kemacetan di ibu kota. Hal yang menjadi capaian keberhasilan dari Pemerintah DKI Jakarta adalah dengan melakukan perbaikan terhadap aksesibilitas pengguna. Pemerintah DKI Jakarta saat ini terus melakukan perbaikan terhadap akses pengguna transportasi umum menuju halte transjakarta.

Kerjasama dengan pihak Dinas Bina Marga untuk melakukan perbaikan terhadap trotoar di sekitar halte Transajakarta dan melakukan perbaikan JPO sebagai salah satu akses menuju halte Transjakarta telah dilakukan dan menunjukan hasil yang cukup baik. Perhatian Pemerintah DKI Jakarta terhadap Lansia, Ibu Hamil, penyandang disabilitas juga cukup menjadi hal yang patut diapresiasi. Hal ini tentu saja menjadi salah satu bagian dari pelayanan Transjakarta kepada masyarakat DKI Jakarta. Termasuk perbaikan kualitas halte. Saat ini pengguna yang antre menunggu dapat lebih nyaman, bahkan dengan tersedianya ruang ibadah di beberapa halte Transjakarta menjadi hal yang menggembirakan bagi para pengguna.

Penambahan armada Transjakarta yang signifikan serta perawatannya yang maksimal juga dilakukan oleh Transjakarta dalam rangkaian upaya memberikan yang terbaik bagi penggunanya. Dengan penambahan armada, tentunya waktu tunggu menjadi lebih singkat sehingga antrean pengguna tidak panjang. Tranjakarta kini makin memantapkan diri untuk menghadirkan bis yang ramah lingkungan dengan mengoperasikan bis listrik. Komitmen Tranjakarta untuk terus up grade kualitas menjadi makin terbukti.

Ketiga, kolaborasi dengan pihak swasta untuk menciptakan layanan moda transportasi yang terintegrasi dengan moda transportasi umum lainnya seperti KRL, MRTdan LRT. Penambahan armada Transjakarta dengan melibatkan swasta seperti pemilik Kopaja, Metromini merupakan salah satu strategi TransJakarta dalam memenuhi kebutuhan pengguna.

Mini bus yang beroperasi seperti mikrolet bertransformasi menjadi Jak Lingko sebagai moda transportasi penghubung. Dengan strategi ini, diharapkan masyarakat yang akan menuju halte Transjakarta menjadi lebih mudah.

Meskipun pada awalnya pihak swasta keberatan dengan penambahan rute khusus dan kehadiran Jak Lingko, namun dengan paket kompensasi yang disepakati akhirnya pemerintah DKI Jakarta telah berhasil bekerjasama dengan semua operator angkutan umum swasta. Tentu saja ini sangat mendukung tercapainya layanan transportasi umum yang terintegrasi dari hulu ke hilir di DKI
Jakarta. Mengusung tiga kata kunci, Integrasi, Murah dan Mudah, tidak salah jika Transjakarta menjadi barometer keberhasilan moda transportasi di Indonesia.

Keempat, komitmen dari Transjakarta sebagai operator moda transportasi di DKI Jakarta untuk terus memberikan layanan yang baik kepada pelanggan cukup diacungi jempol. Beberapa kebijakan seperti menambah jam operasional di beberapa rute menunjukan komitmen dari Transjakarta untuk hadir sebagai solusi bertransportasi di Ibukota.

Selain itu, perilaku pengemudi dan seluruh petugas di halte Transjakarta juga makin baik. Sikap professional dengan semangat mengayomi masyarakat merupakan kunci keberhasilan meraih hati pengguna. Ownership yang dimiliki oleh setiap karyawan cukup mumpuni mengangkat isu pelayanan bukan lagi menjadi sebuah protokol semata, namun telah menjadi sebuah nilai yang ada di dalam diri setiap karyawan. Dengan mindset ini, seluruh karyawan mulai dari Top Management memiliki rasa kepemilikan terhadap Transjakarta, yang pada akhirnya melahirkan pola sikap melayani yang keluar dari hati dan dibuktikan dengan perilaku melayani setulus hati.

MENUJU ERA BARU
Setelah mampu membukukan peningkatan pengguna secara signifikan di tahun 2019, Transjakarta bersiap menuju sebuah era baru menyongsong layanan 5.0 dengan mengembangkan berbagai fitur layanan mandiri seperti TOB (Tab on Bus). Edukasi dan kampanye atas layanan mandiri TOB ini terus disosialisasikan kepada masyarakat untuk mewujudkan Jakarta sebagai Smart City.

Melalui strategi ini, pelanggan diajak untuk secara mandiri melakukan tap in pada saat naik kendaraan dan tap out pada saat keluar dari kendaraan. Sebagai ilustrasi, pelanggan Jak Lingko yang melakukan tap out pada saat keluar dari kendaraan, kemudian memutuskan melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta dan melakukan tap in kembali, Transjakarta memastikan bahwa saldo pelanggan tidak terpotong.

Rasanya tidak berlebihan jika Transjakarta didapuk menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara untuk pengelolaan transportasi umum, dengan rute terpanjang, penduduk yang padat dan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Target integrasi seluruh moda transportasi umum di DKI Jakarta pada tahun 2021 akan tercapai jika dukungan dari seluruh stakeholders terutama pelanggan didapatkan. Cara mendapatkannya, tentunya harus dengan merebut hati pelanggan, menciptakan sebuah suasana lebih segar, bergairah dan optimistis.

Penulis:

Evi Erwiyati, S.Pd., C.NT., C.NA.

Founder N51

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here