Balita yang nyaris lumpuh karena ogah dicium. (Foto: David Fernando Napitupulu)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Orangtua pasti sering merasa gemas dengan anaknya. Apalagi jika buah hatinya itu masih dalam usia balita. Tak jarang banyak orangtua yang mengekspresikan hal tersebut dengan menciumi sang anak.

Namun, bagaimana jika rasa gemas itu justru berubah menjadi sebuah kesedihan yang mendalam?

Seperti kisah yang kini menjadi viral di media sosial. Sebuah akun Facebook bernama David Fernando Napitupulu, menceritkan kisah anaknya yang nyaris lumpuh karena seseorang memaksa untuk mencium sang anak sambil memegangi bagian kepala si anak.

“Buat pelajaran orang tua diluar sana jika mempunyai anak apalagi yg masih balita kita kadang sebagai orang tua terlalu gemes sama anak dan bawaanya pasti pengen nya di usel2 ini kejadian yg saya alami anak usia 1.4 thun karna si anak ini mau dicium tapi si anak gk mau dan dipaksa …,” tulis David.

Anak itu menolak, lalu berontak. Saat itulah kejadian mengerikan itu terjadi. Anak itu tiba-tiba saja malah menangis dengan keras.

Awalnya sang ibu menganggap bahwa itu hanya keseleo biasa, karena saat dicium tadi kepala anak ini dipegang olenya. Namun semakin lama, anak itu tampak sangat kesakitan.

View this post on Instagram

Semoga jadi Pembelajaran bagi para ibu2 calon ibu atau siapapun yg gemesss dgn anak kecil dn memaksakan untuk mencium ??? . . . Geser dan Tag org terdekat ?? . . Buat pelajaran orang tua diluar sana jika mempunyai anak apalagi yg masih balita kita kadang sebagai orang tua terlalu gemes sama anak dan bawaanya pasti pengen nya di usel2 ini kejadian yg saya alami anak usia 1.4 thun karna si anak ini mau dicium tapi si anak gk mau dan dipaksa … . dan yg mau nyium sambil megang kepala sianak karna sianak berontak akhirnya entah kenapa ini anak tiba2 kejer nangis saya pikir hanya keseleo biasa tapi sianak malah kesakitan dan kepala sudah miring gk bisa ditegakin sedih bukan main saya sebagai ibu akhirnya tanpa pikir panjang jam 12 mLam saya mwmbawa kerumah sakit hermina tapi hanya ada dokter jaga dan dirujuk untuk dirongsen hasil rongsen tulang semua bagus dan dokter menyaran kan untuk menemui dokter syaraf anak tapi sayang dokter syaraf anak di rs hermina sdang cuti lalu tanpa pikir panjang lagi saya bawa anak saya ke rs besar gatot subroto saya pikir disini lebih lengkap Alhamdulilah saya langsung bertemu dgn dokter syaraf anak dan dokter menyarankan untuk di MRI agar hasil terlihat lebih jelas apa yg terjadi didalam leher si anak …. . . jam 10 kami tiba di rs gatot jam 11 anak saya diminta untuk puasa kebayang gk si rewel nya kaya apa sampai ketemu jam 3 untuk dilakukan pembiusan dan masuk ruang MRI dan ct scan … . 3 jam saya menunggu hasil dan ternyata tulang sumsum anak saya bocor dan itu sudah mendekati kelumpuhan tangan kiri sudah tidak bisa digerakan … ya allah berasa kesambar petir bukann sakit rasanya hati … ketika dokter menjelaskan itu semua saya hanya bisa pasrah minta jalan terbaik untuk anak saya jalan satu2 nya untuk menyembuhkan anak saya hanya dengan operasi besar sibagian tulang leher belakang … . . ya Allah masih bayi sudah harua ngalamin hal sebesar ini … . . Alhamdulillah operasi berjalanya dengan lancar itu dilakukan selama 4 jam lebih dan aku bersyukur sama Allah masih dipercaya untuk menjaga titipanya? #kalau anak gakmau dicium jangan dipaksa . . Sumber : David Fernando Napitupulu fb . . #parenting #anak #viral #resepjsr

A post shared by Anita Rosalina (@rhosa_liena) on

Tanpa mengulur waktu, ibu dari anak ini langsung melarikan anaknya ke Rumah Sakit hermina meski sudah jam 12 malam. Karena hanya ada dokter jaga, sang dokter merujuknya untuk dirontgen. Hasilnya rontgen tulang masih bagus, lantas sang dokter menyarankan untuk menemui dokter syaraf.

Sayang sekali, dokter syaraf Rumah Sakit Hermina sedang cuti saat itu. Si ibu akhirnya membawa anaknya ke Rumah Sakit Gatot Subroto. Usai menemui sang dokter, anak itu dilakukan pemeriksaan MRI agar diketahui apa yang terjadi pada leher si anak.

Hasil pemeriksaan keluar, dan menyatakan bahwa sumsum tulang belakang dari si anak bocor. Hal ini bisa menyebabkan kelumpuhan di tangan kiri bocah tersebut. Jalan satu-satunya untuk menyembuhkan sang anak adalah operasi.

“ya allah berasa kesambar petir bukann sakit rasanya hati … ketika dokter menjelaskan itu semua saya hanya bisa pasrah minta jalan terbaik untuk anak saya jalan satu2 nya untuk menyembuhkan anak saya hanya dengan operasi besar sibagian tulang leher belakang …,” kata David.

Beruntungnya, setelah 4 jam, operasi tersebut dinyatakan berhasil.

Dari postingan Instagram tersebut, banyak netizen yang mengomentari dengan berbagai respon.

“Bisa jadi pelajaran buat kita semua, jangan suka sembarangan cium anak!!” komentar akun @ivanna_nadiaaaa.

“Gak bisa bayangin jadi si adek pasti sakit banget itu,” lanjut akun @anime_animuz.

“Astaghfirulloh gak tega litany, cepet sembuh ya dek,” tulis akkun @riscaseptyandini. (Dinda)