Malaysia kirimkan sarung tangan medis ke cina
Malaysia kirimkan sarung tangan medis ke cina (foto istimewa)

MATA INDONESIA, GLASGOW – Menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 bukanlah hal mudah. Para petugas medis diminta untuk siap fisik dan mental selama mereka bertugas.

Selain itu, para petugas medis harus siap dengan beragam risiko yang menanti, salah satunya tertular virus tersebut. Skenario terburuk, mereka kehilangan nyawa saat bertugas.

Baru-baru ini cuitan perawat asal Glasgow viral di media sosial. Pasalnya ia disuruh untuk menyiapkan surat wasiat.

Seorang perawat bernama Amber Cowan (28) disarankan untuk membuat surat wasiat sebelum ia dan teman-temannya berjaga shift malam, di bangsal perawatan intensif pasien COVID-19. Hal ini pun diungkapkannya di media sosia Twitter miliknya.

“Di usia 28 tahun, disarankan untuk pastikan memiliki persiapan pensiun dan akan disortir. Shift jaga malam pertama di ruang perawatan intensif dan kita kekurangan staf. Tolong, sikapi lockdown ini dengan serius,” tulisnya dalam postingannya, yang dikutip dari The Sun.

Surat wasiat ini disiapkan sebagai persiapan jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap si perawat. Bahkan, perawat di Inggris banyak yang melaporkan karena dipaksa merawat pasien virus corona, tanpa menggunakan APD yang memadai.

Kicauan Amber di Twitter pun mulai direspons dengan berbagai komentar dukungan.Tak hanya itu, postingan tersebut juga disukai lebih dari 13.000 orang. Komentar banyak berdatangan dari netizen yang melihat postingan Amber, mulai dari pujian hingga ucapan terima kasih.

“Terima kasih karena telah mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkan orang lain. Kamu adalah salah satu pahlawan sejati dalam kehidupan,” tulis salah satu netizen.

“Mirip dengan staf militer yang akan berperang. Anda adalah pejuang di garis terdepan, dan kami berhutang budi padamu,” tulis netizen lainnya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here