Bocah Ini Ikut Bantu Padamkan Karhutla di Riau

MINEWS, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini terus menjadi perhatian. Pemerintah Indonesia melalui badan-badan terkait terus melakukan upaya pemadaman karahutla.

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video yang menampilkan sosok anak laki-laki ikut membantu memadamkan karhutla di Kecamatan Langgam, Pelalawan, Riau. Video tersebut turut diunggah akun Facebook Yuni Rusmini pada Sabtu 21 Sepember 2019.

Dalam video yang sepertinya direkam oleh seorang anggota satuan petugas (satgas) karhutla, menampilkan sosok anak laki-laki bernama Farhan yang turut ikut memadamkam api. Bocah 13 tahun itu mengatakan bahwa lahan yang ia padamkan saat  ini adalah milik sang ayah.

Tanpa menggunakan alat pelindung diri dan hanya menggunakan kaos lengan pendek, Farhan terlihat memegang selang air. Sikap Farhan ini pun mengundag decak kagum dari satgas yang ada di lokasi kejadian. Ia dipuji dan disebut gagah berani oleh anggota satgas yang merekam.

“Bocah seperti ini kelas 1 SMP sudah berani memamdakan lahan sendriri yang terbakar. Inilah bocah kalau kami bilang gagah berani si Farhan ini,” kata salah seorang anggota satgas karhutla.

“Ini baru 13 tahun di lahan dia sendiri sama ayahnya sama saudaranya. Anak kecil dia memadamkan api,” kata dia lagi.

Aksi Farhan pun mengundang perhatian anggota satgas lainnya. Melihat hal ini, anggota satgas lainnya pun terdengar mengutuk aksi orang-orang tak bertanggungjawab yang sengaja membakar hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Selain itu, aksi Farhan ini juga dibanjiri pujian dan doa dari warganet. Mereka salut, disaat anak-anak seusianya asyik bermain ia memilih untuk membantu ayahnya memadamkan api.

“Saya salut sekali…hebat generasi penerus mantap semoga indonesia diberikan anak2 yg begini bukan anak2 yg sibuk main hp….amin…good luck,” tulis Priyoni Utama.

“entar dapat sepeda dari pak jokowi mudah2an,” komentar Madhan Dani.

“Mantab dek,.sebentar lagi adek mungkin akan di undang ke istana,” kata Jhon Zhuedhy.