Proyek Palapa Ring

MINEWS, JAKARTA – Angka pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan akan terus tumbuh ditahun-tahun selanjutnya. Terlebih setelah Palapa Ring mulai beroperasi secara penuh per Agustus 2019 lalu.

Sehingga tidak berlebihan bila disebut negeri kepulauan ini disebut sebagai digital archipelago.
Kehadiran Palapa Ring dimaksudkan untuk memberi pelayanan prima kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, lebih dari 60 persen penduduk atau sekitar 171 juta merupakan pengguna internet.

Berkaitan dengan hal ini, Direktur Jenderal Informasi dan Komuniksi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo mengatakan, potensi bisnis di bidang digital akan semakin tumbuh dan berkembang. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di wilayah terpencil yang sekarang secara nyata sudah terhubung internet.

“Maka, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memperkuat literasi supaya akses internet tidak disalahgunakan. Sebab mungkin akan ada shock culture dengan akses internet. Oleh karena itu, kami akan menguatkan literasi media sosial agar akses internet tidak disalahgunakan,” katanya di Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.

Selain itu, kata Widodo, pemerintah juga akan berusaha agar literasi digital ini bisa merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami akan kerja sama juga dengan Pemda karena mereka juga punya program untuk meningkatkan literasi masyarakat. Hal ini penting karena internet itu seperti pisau, bisa negatif dan positif, dan kami berharap internet bisa dipakai untuk hal positif,” ujarnya.

Maka ia pun berharap banyak kreativitas bisa bermunculan dengan adanya akses internet sehingga dapat membantu pemerataan ekonomi digital di Indonesia.

Asal tahu saja, pemerataan ekonomi digital di Indonesia terus berkembang dan tumbuh dengan pesat. Dari sisi pendapatan misalnya, pada 2018 pendapatan ekonomi digital pada 2018 mencapai 27 miliar dolar AS. Nilainya diprediksi bakal terus melejit pada tahun 2019 mencapai 40 miliar dolar AS atau setara Rp 566 triliun.

Bahkan sesuai hasil riset berjudul e-Conomy SEA 2019 yang dilansir Google, Temasek dan, Bain & Company menaksir potensi ekonomi digital di Indonesia bakal menyentuh 133 miliar dolar AS atau Rp 1.862 triliun di tahun 2025 mendatang.

Selain itu pembangunan infrastruktur dan ekosistem ekonomi digital yang terus membaik dan membuat Indonesia menjadi negara yang pertumbuhan omzet ekonomi digital yang paling moncer di kawasan Asia Tenggara dengan raihan hingga 49 persen.