Pelakor disiram cairan tinja. (Foto: Istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat media sosial sedang diramaikan dengan beredarnya video seorang wanita yang disiram menggunakan cairan tinja. Menurut kabar yang beredar, wanita itu diduga perebut laki orang alias pelakor.

Detik-detik peristiwa memalukan ini turut dibagikan akun Instagram @lambe_turah. Akun tersebut juga membagikan tangkapan layar dari sebuah artikel yang menjelaskan peristiwa tersebut.

Menurut informasi, wanita yang dituding sebagai pelakor ini adalah owner dari sebuah restoran Thailand di Kupang, Surabaya. Owner restoran itu disebutkan bernama Maggie Rattanawichai.

Dalam video yang beredar si penyiram membawa cairan tinja itu menggunakan gelas plastik. Video yang direkam dari arah belakang itu menampilkan saat si penyiram berjalan dan menyiramkan cairan tinja itu ke Maggie yang sedang duduk.

Menurut kabar yang beredar, video amatir tersebut direkam oleh salah satu pengunjung restoran. Si pengunjung juga dikabarkan ini kenal dengan Maggie yang merupakan warga negara Thailand dan penyiram itu.

Penyiraman yang dilakukan itu diduga karena Maggie berpacaran dengan suami si penyiram. Kejadian itu sekitar jam 7 malam, Sabtu 21 November 2020.

Tak hanya itu, disebutkan bahwa si penyiram berbaju hitam ini tengah dalam kondisi hamil. Ia pun merasa marah lantaran rumah tangganya diganggu.

 

Videonya pun viral, namun belum ada konfirmasi resmi terkait kebenaran insiden ini. Kendati demikian, video yang turut diunggah akun @lambe_turah ini juga mendapat beragam reaksi dari netizen.

“Takut orang2 zaman sekarang pada gak mikir loh yang rugi banyak orang jangan egois juga kasihan pemilik restoran kehilangan customer akibat insiden itu,miris,” komentar
dim**pram09.

“Pantes lu di selingkuhin, kelakuan lu aja begitu. 😂 wkwkwkwkw,” kata @hen**ikus.dj.

“Manntaappp sih menurut ku 👍👍,” tulis @hrp.**nies.

“Ngambil cairannya gimana 😂,” kata destya_purnawita.

“Niat bgt di wadahin udah kyk jus mangga 😌😌,” komentar hana_**ki67.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here