(Foto: The Sun)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Publik Italia baru-baru ini digemparkan dengan terungkapnya kasus sekte sesat yang mengorbankan gadis-gadis desa polos sebagai objek pelecehan seksual. Sekte ini dipimpin oleh seorang kakek berusia 77 tahun.

Kakek tersebut mendoktrin gadis-gadis polos di desa hingga akhirnya mereka terpengaruh dan bersedia ditidurinya. Kasus sekte sesat ini terbongkar setelah ada laporan warga yang mencium kejanggalan soal perkumpulan tersebut.

Warga curiga lantaran semua pengikut sekte tersebut adalah perempuan-perempuan muda dan cantik. Si kakek berburu korbannya di berbagai tempat. Mulai dari tempat pembuatan minuman herbal, toko kerajinan hingga di sekolah dansa.

Perkumpulan itu akhirnya diciduk polisi. Berdasarkan keterangan polisi, struktur sekte tersebut mirip piramida. Anggota yang paling setia dengan pimpinan sekte akan mendapat kedudukan tinggi.

Sementara, gadis-gadis yang masih ragu-ragu akan ditempatkan di posisi bawah. Dilansir dari II Messagro, Selasa, 22 Juli 2020, para anggota yang tergabung dalam sekte tersebut dilarang menyebut nama pemimpin mereka.

Para anggota sekte ini juga dibatasi pergerakannya. Beberapa perempuan diberikan rumah dan hidupnya dibuat bergantung pada sekte.

Ada satu ritual mengerikan yang dilakukan para anggota sekte ini. Mereka kerap menari dengan telanjang dada dan mengenakan rok mini. Sejak berdiri 30 tahun lalu, sekte ini sudah berhasil merekrut banyak anggota.

Mirisnya, para wanita yang bergabung tak hanya dieksploitasi secara seksual tapi juga wajib membayar untuk menjadi anggota.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here