MATA INDONESIA, KAIRO – Bagi pesepakbola muslim, bulan Ramadan merupakan tantangan yang harus dilewati. Mereka harus memastikan tubuhnya tetap bugar walau kondisinya sedang berpuasa. Ini menjadi tugas penting bagi manajer tim untuk menyesuaikan permainan dengan kondisi pemain.

Asosiasi Sepak Bola Palestina menjadi salah satu federasi yang memahami betul kondisi tersebut. Di bulan Ramadan, mereka memindahkan jam latihan dan pertandingan ke malam hari, setelah waktu berbuka puasa. Mereka juga memberikan kesempatan bagi tim dan para pendukung untuk terlebih dahulu berbuka puasa sebelum masuk ke stadion.

Para pemain juga diwajibkan untuk minum tiga liter air perharinya. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Bader Aqel, salah satu dokter yang menangani para pesepak bola Muslim di Palestina. ”Kami menekankan kepada para pemain agar mereka minum setidaknya tiga liter air setelah matahari terbenam untuk mencegah dehidrasi,” kata Baqer Aqel.

Untuk asupan makanan para pemain menjadi tugas utama bagi tim medis. Mereka harus memantau dengan baik porsi makanannya. Para pemain disajikan santapan yang mengandung karbohidat. Kemudian, menu yang disajikan berupa makanan yang mudah dicerna dan memberikan energi bagi para pemain.

Dalam kondisi berpuasa para pemain disarankan untuk selalu beraktivitas dan mengurangi jam tidur mereka. Bader Aqel mengatakan hal tersebut dilakukan agar kondisi para pemain tetap bugar. “Yang terpenting para pemain jangan diam. Perbanyak aktivitas dan kurangi tidur di siang hari,” kata Bader Aqel

Dengan strategi yang baik dari pelatih, staf pelatih hingga tim medis Yashir Pinto Islame memuji upaya tersebut. Ia merasakan tubuhnya tetap fit walau sedang berpuasa. “Kami menyesuaikan latihan karena rata rata pemain sedang berpuasa. Pelatih serta staf yang bertugas melakukan pekerjaan yang fantastis, terbukti dalam pertandingan kami mampu berlari hingga menit terakhir,” kata Yashir Pinto Islame.

Hal serupa juga pernah dialami oleh Pim Verbeek mantan pelatih tim Oman. Saat itu ia menyesuaikan sesi latihan dengan kondisi para pemainnya. “Tentu saja berbeda, yang harusnya latihan dua kali sehari jadi sekali sehari. Saat itu, kami menggunakan latihan di malam hari agar menghemat energi,”kata Pim Verbeek.

Kapten tim Oman sekaligus kiper, Ali Al Habsi. Ia juga menambahkan bahwa latihan di malam hari merupakan waktu yang sangat ideal serta memiliki waktu istirahat yang cukup banyak.

Reporter : R Al Redho Radja S

 

 

 

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here