Omnibus Law Bikin Pajak Perusahaan di Pasar Modal Indonesia Lebih Rendah
Bursa Efek Indonesia (MataMilenialIndonesiaNews/Gumilang Jaya Dhana)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan memerah pada Jumat 15 Mei 2020. Sebelumnya indeks ditutup pada posisi 4.513,83 atau melemah 0,89 persen pada Kamis kemarin.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan laju indeks diprediksi dengan support maupun resistance di kisaran 4.400-4.560. Laju indeks hari ini pun dibayangi oleh sikap investor yang menanti data pasar tenaga kerja AS.

Pun di tengah ketidakpastian peringatan The Fed tentang penurunan yang berkelanjutan pada kondisi dan pertumbuhan ekonomi.

Partai Republik juga menolak langkah stimulus lanjutan sebesar 3 triliun dolar AS yang dirancang oleh partai Demokrat, sehingga menimbulkan polemik di AS.

“Dari dalam negeri selanjutnya investor akan menanti data neraca berjalan dan neraca perdagangan yang akan rilis di akhir pekan,” ujarnya Kamis sore.

Sementara dari sisi teknikal, IHSG break out lower bollinger band dengan potensi menguji support fractal di kisaran level 4.475.

Indikator RSI masih memberikan signal tekanan momentum bearish yang belum berujung dengan indikator Stochastic yang masih berpeluang melemah memasuki area oversold.

“Sehingga secara teknikal IHSG masih akan rentan bergerak melemah,” katanya.

Dengan kondisi itu, Lanjar merekomendasikan sejumlah saham, di antaranya, ACES, BSDE, BRPT, CPIN, HRUM, INDF, MNCN, TBIG, TLKM, TPIA.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here