Pembangunan Masif Merupakan Tanda bahwa Papua Istimewa
Papua. (Foto: Ist)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Eropa I Kementerian Luar Negeri RI Ida Bagus Made Bimantara atau Sade Bimantara menegaskan bahwa Indonesia sangat serius dalam menangani persoalan HAM yang terjadi di Papua. Ia menyatakan bahwa pada pemerintahan saat ini sudah melakukan upaya terbaik untuk menyakinkan masyarakat internasional bahwa Indonesia serius menangani persoalan di Papua.

“Kita ingin yakinkan masyarakat internasional bahwa pemerintah Indonesia terutama di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini dan Menkpolhukam Mahfud MD, sangat serius tangani HAM masa lalu contoihnya itu kemajuan yang dicapai di Intan Jaya,” kata Sade Bimantara kepada Mata Indonesia News, Minggu 28 Februari 2021.

Ia juga menegaskan bahwa  bentuk keseriusan pemerintah dalam hal ini yaitu telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya untuk menginvestigasi pembunuhan empat warga termasuk pendekta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya.

Bahkan TGPF sudah menyatakan bahwa ada keterlibatan baik aparat maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan pihak ketiga. Keterlibatan KKB terjadi pada peristiwa pembunuhan terhadap dua aparat yakni Serka Sahlan pada 17 September 2020 dan Pratu Dwi Akbar Utomo pada 19 September 2020.

Hal ini merupakan suatu proses kemajuan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan persoalan HAM yang terjadi di Papua.

“Dimana TGPF yang dibentuk oleh Pak Mahfud itu telah memberikan rekomendasi yang cukup tegas dan ini sudah masuk tahap yang lebih maju di kepolisian dan kejaksaan semoga nanti ke depan selesai permasalahan itu” kata Sade Bimantara.

Adapun terkait terbunuhnya Pendeta Zanambani pada 19 September 2020 mengindikasikan ada kemungkinan keterlibatan oknum aparat atau pihak ketiga. Meski ada dugaan demikian, Menkopolhukam Mahfud MD menegaskan bahwa temuan dari TGPF tidak bersifat pro justitia, melainkan akan menjadi bahan bagi penegak hukum.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here