Drone EnrolPilot_HS_5
Drone Enrol untuk serangan militer. (inovasi.ristekbrin.go.id)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia melalui PT Enrol Sistem Indonesia segera memiliki drone yang bisa untuk misi bunuh diri dalam serangan militer.

Menurut laporan airspace-review perusahaan itu sekarang telah menjadi perusahaan stratup karena sudah mendapat sumber pendanaan untuk mengembangkan drone yang juga menerapkan sistem autopilot tersebut.

Drone sudah dikembangkan PT Enrol Sistem Indonesia, yang menjadi binaan Kemenristek/BRIN, sejak 2017.

Teknologi yang digunakan bersifat open source namun hasil desain sendiri, kemudian diproduksi sendiri di bandung. Sistem autopilotnya didesain sedemikian rupa dengan perangkat lunak dan misinya.

Dapur pacu drone tersebut adalah electric jet atau jet listrik yang mampu melesat dengan kecepatan 250 kilometer per sam.

Dalam kendali line of sight (LoS), enrol pilot dapat terbang sejauh 20 -30 km dalam endurance 15 – 20 menit.

Sementara Indomiliter melansir jarak kendali maksimum drone itu bisa mencapai 40 kilometer. Namun, salah satu kecanggihannya adalah bisa dioperasikan fully autonomous fly.

Drone itu juga dirancang memiliki abort mission jika dioperasikan secara fully autonomous fly.

Cara melepaskan drone itu juga sangat mudah cukup menggunakan tangan karena berat maksimumnya hanya 3 kilogram. Penyebabnya bahan pembuat drone adalah composite carbon fibre dan hexagon cellulose fibre.

Menurut rencana drone tersebut akan ditawarkan untuk kebutuhan pasukan khusus dalam melakukan operasi militer.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here