Ilustrasi hubungan suami-istri
Ilustrasi hubungan suami-istri

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Jika masker dan bahan makanan menjadi barang paling diburu selama pandemi Covid-19 di seluruh dunia, hal itu ternyata tak berlaku di Selandia Baru.

Warga di negara ini justru tercatat lebih banyak melakukan transaksi jual-beli mainan seks atau alat bantu seks, ketimbang masker, hand sanitizer, antiseptik atau bahan makanan yang perlu selama penerapan lockdown.

Mengutip The Guardian, Kamis 9 April 2020, perusahaan penjual mainan seks terbesar di Selandia Baru mencatat untung tiga kali lipat sejak Perdana Menteri Jacinda Arden menerapkan lockdown selama satu bulan.

Tercatat, penjualan mainan seks tertinggi terjadi 48 jam sebelum lockdown diberlakukan pada 25 Maret 2020 lalu. Megastore sebagai toko mainan seks menyebut, kemungkinan warga akan merasa bosan di rumah, sehingga mencoba produk-produk baru mereka.

“Kami menjual banyak mainan seks kelas pemula dan produk-produk kelas pemula di toko kami ini cukup populer,” ujar Emily Writes, juru bicara toko Megastore.

Selain itu, penjualan produk-produk seperti kondom, minyak pijat, dan corong karet penampung darah haid, juga cukup melonjak di masa karantina ini. Selain itu ada juga papan permainan orang dewasa dan serta pembersih main seks.

Toko Megastore mengatakan kepada the Guardian, mereka mengalami lonjakan penjualan dalam beberapa pekan terakhir seiring munculnya pandemi Covid-19 di Selandia Barum, Australia, dan Inggris.

Penjualan mainan seks di tiga negara itu meroket tiga kali lipat di hari ketika BadanKesehatan Dunia mengumumkan corona sebagai pandemi pada 11 Maret lalu.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here