Cegukan bisa menjadi seseorang terinfeksi virus corona
Cegukan bisa menjadi seseorang terinfeksi virus corona

MATA INDONESIA, JAKARTA-Setiap orang mengalami hal berbeda ketika terinfeksi virus corona, mulai dari kehilangan indera perasa dan penciuman, gatal-gatal, serta ruam di mulut. Meskipun gejala umumnya meliputi batuk persisten dan demam tinggi.

Namun, studi terbaru menyatakan bahwa cegukan terus menerus bisa menjadi gejala virus corona. Gejala ringan itulah yang bisa membuat seseorang sering mengabaikannya.

Menurut dokter di Cook County Health, Chicago Illinois, cegukan persisten bisa menjadi tanda aneh Covid-19. Mereka mengatakan pernah merawat seorang pria yang datang ke rumah sakit setelah mengalami cegukan selama empat hari.

Namun, pria itu tidak menunjukkan gejala umum virus corona. Bahkan hasil tes medis lainnya juga tidak menemukan penyebabnya.

Selain cegukan episodik, pemeriksaan fisik lainnya juga tak menunjukkan adanya masalah. Sepengetahuan mereka, itu adalah laporan kasus pertama dari cegukan terus-menerus seperti yang dikeluhkan pada pasien positif dalam literatur pengobatan darurat.

“Dokter harus memahami perbedaan infeksi virus corona pada setiap manusia. Karena, banyak kasus yang mengalami kondisi tidak biasa,” katanya.

Tapi, Anda juga bukan berarti positif virus corona bila mengalami cegukan dalam waktu lama. Umumnya, orang mengalami cegukan hanya dalam beberapa menit.

Tak ada penyebab khusus yang bisa membuat orang mengalami cegukan. Kondisi ini bisa terjadi bila dipicu stres, makan atau minuman tertentu.

Namun, Anda perlu konsultasi dengan dokter bila mengalami cegukan lebih dari 48 jam atau ketika kondisi itu sering kambuh kembali.

Sementara itu, orang yang merasa panas saat disentuh di dada atau punggung juga bisa menunjukkan gejala awal virus corona.

Hal serupa juga perlu dilakukan oleh orang yang mengalami batuk selama lebih dari 24 jam. Mereka harus mengisolasi diri untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

Saat ini jumlah kasus virus corona Covid-19 sudah mencapai 19 juta orang secara global. Lebih dari 700 ribu orang sudah meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here