Sabtu, Oktober 16, 2021

Warga AS Jadi Korban dalam Festival Keagamaan di Israel

Baca Juga

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Warga Amerika Serikat (AS) termasuk di antara puluhan yang meninggal dan terluka dalam insiden di festival api unggun keagamaan Yahudi di Israel pada Jumat (29/4). Ini merupakan salah satu bencana sipil terbesar dalam sejarah negara itu.

“Kami dapat memastikan bahwa beberapa warga AS termasuk di antara korban,” kata Perwakilan Kedutaan Besar AS, melansir Reuters, Minggu, 2 Mei 2021.

Pihak Kedutaan Besar AS di Israel sedang mencoba untuk memverifikasi apakah ada lebih banyak warganya yang turut serta dalam insiden tersebut. Media AS telah mengidentifikasi beberapa korban tewas, salah satunya berusia 19 tahun.

Laporan terbaru menyebutkan, sedikitnya 45 orang tewas dan lebih dari 100 terluka –termasuk di dalamnya, anak-anak, di festival ultra-Ortodoks Yahudi di lereng Gunung Meron Israel.

Insiden terjadi ketika puluhan ribu orang Yahudi ultra-Ortodoks memadati makam seorang tokoh Talmud terkemuka abad kedua, Rabbi Shim Bar Yochai di Galilea untuk memperingati Lag B’Omer tahunan yang mencakup doa sepanjang malam, nyanyi-nyaian lagu-lagu mistis, dan tarian.

Festival keagamaan Yahudi ini adalah kerumunan massa terbesar sejak pandemi virus corona di Israel. Ada laporan bahwa jumlah yang datang tiga kali lebih banyak dari yang diizinkan. Berdasarkan laporan awal, insiden bermula dari tribun arena yang ambruk.

Seorang saksi mata, Avigdor Hayut yang terluka dalam kecelakaan itu, kehilangan putranya yang berusia 13 tahun. Sebelum menutup mata, kata Avigdor, putranya sempat berteriak meminta tolong.

“Saya berada di lantai. Dua puluh detik berdiri di antara saya bersamanya sekarang, tidak lebih. Saya sudah mati rasa dan penglihatan saya kabur,” katanya kepada wartawan sebelum dia keluar dari rumah sakit untuk menghadiri pemakaman putranya.

“Anak saya berteriak kepada saya ‘ayah, saya akan mati’. Mereka mengeluarkan saya pada menit terakhir,” sambungnya.

Selain warga AS, dua warga Kanada dilaporkan meninggal dunia dalam insiden di festival api unggun keagamaan Yahudi di Israel tersebut. Ucapan belasungkawa mengalir dari para pemimpin di seluruh dunia, termasuk Presiden AS, Joe Biden, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

 

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama

Berita Terbaru

Dianggap Terlalu Cantik, Pria Ini Tak Segan Bersetubuh dengan Mayat

MATA INDONESIA, NAIROBI – Mantan petugas kamar mayat di Kenya yang diidentifikasi bernama Stephen Samaritan mengungkapkan kebiasaan buruknya, yakni...
- Advertisement -

Baca berita yang ini