(Foto: World Meteorological.org)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Virus Corona masih mengintai. Lebih dari 1,5 juta orang di dunia kehilangan nyawa, dengan satu kematian dilaporkan terjadi setiap sembilan detik setiap minggu. Vaksinasi virus corona rencananya akan dimulai pada pertengahan Desember di beberapa negara maju.

Setengah juta kematian terjadi hanya dalam dua bulan terakhir, menunjukkan bahwa tingkat keparahan pandemi virus corona masih jauh dari kata usai. Hampir 65 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi oleh virus corona dan negara yang terkena dampak terparah, Amerika Serikat (AS), saat ini sedang berjuang melawan gelombang ketiga.

Dalam sepekan terakhir saja, rata-rata lebih dari 10 ribu orang di dunia meninggal setiap hari dan terus meningkat di setiap minggunya. Banyak negara di seluruh dunia saat ini berjuang melawan gelombang kedua dan ketiga yang bahkan yang lebih besar dari gelombang pertama. Membuat sejumlah negara kembali menerapkan pembatasan baru.

Robert Refield, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memberi peringatakan bahwa pandemi akan menimbulkan krisis kesehatan paling parah selama beberapa bulan ke depan, sebelum vaksin virus corona tersedia secara luas.

“Saya benar-benar yakin ini akan menjadi saat tersulit dalam sejarah kesehatan masyarakat bangsa ini,” kata Redfield dalam presentasi streaming yang diselenggarakan Yayasan Kamar Dagang AS, melansir Reuters, Jumat, 4 Desember 2020.

Paman Sam masih menjadi negara dengan angka kematian tertinggi, dengan lebih dari 273 ribu kematian. Wilayah Amerika Latin, yang paling parah terkena dampak global dalam hal kematian, baru-baru ini angka kematian melampaui 450 ribu jiwa.

Pada Rabu (2/12), Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan vaksin yang dikembangkan BioNTech dan Pfizer Inc. Akan tetapi pasokan vaksin diperkirakan masih sangat terbatas pada tahap awal, yang berarti pemerintah harus lebih dulu memprioritaskan pemberian vaksin berdasarkan faktor risiko.

Sementara regulator kesehatan AS diharapkan menyetujui distribusi dan administrai vaksin pada pertengahan Desember. Sedangkan Afrika berencana agar 60% populasinya dapat diberikan vaksin dalam dua hingga tiga tahun ke depan, kata kelompok pengontrol penyakit Uni Afrika.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here