Wisata ekstrem di Bantul, pengunjung bisa naik diatasnya
Wisata ekstrem di Bantul, pengunjung bisa naik diatasnya

MATA INDONESIA, JAKARTA-Media sosial tengah diramaikan sebuah video yang memperlihatkan wisata esktrem di Bantul, dimana wisatawan yang datang bisa menaiki layangan naga raksasa. Wisata ekstrem ini bisa dinikmati pengunjung di kawasan Gumuk Pasir dan dan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Bantul.

Waisata ekstrem ini mendapat sorotan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul yang mengkhawatirkan keselamatan wisatawan karena wahana tersebut dinilai berbahaya.

Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta mengatakan, anggotanya terus memantau informasi penerbangan layangan naga raksasa yang tengah viral di media sosial.

Sekilas Yulius memandang, kegiatan wisatawan menaiki layangan naga tersebut sangat berbahaya karena tidak didukung dengan alat keamanan yang sesuai standar.

“Kami akan cek ke lokasi. Kami lihat dulu. Jika memang benar-benar membahayakan, kami akan minta kegiatan itu dihentikan,” kata Yulius.

Yulius juga akan mengecek apakah protokol kesehatan diterapkan dalam kegiatan menerbangkan layangan raksasa tersebut.

“Karena ini akan mengundang kerumunan. Kami tidak ingin ada kegiatan yang seperti di JJLS beberapa waktu lalu. Sekiranya menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan protokol kesehatan, akan kami minta hentikan kegiatan itu,” katanya.

Pembuat layangan, Wardoyo, mengakui belum ada koordinasi dengan Satpol PP untuk menerbangkan layangan raksasa. Selain itu, kegiatan ekstrem tersebut awalnya hanya digunakan sebagai hiburan.

“Awalnya hanya untuk senang-senang teman-teman saja. Untuk keamanan memang sejauh ini memang belum ada jaminan. Namun ke depan, kami imbau kepada teman-teman untuk siap dan berjaga di bawahnya. Untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Wardoyo menuturkan, selama ini kegiatan menerbangkan layangan naga raksasa biasa dilakukan pada akhir pekan di dua tempat berbeda, yakni di JJLS dan Gumuk Pasir Pantai Parangtritis.

Adapun yang terlibat dalam penerbangan layangan raksasa ini biasanya ada sekitar 30 orang.

Lima orang bertugas untuk menaikkan, sisanya berjaga-jaga di bawahnya. Agar gerakan layangan terkontrol dan bisa dinaiki, ujung tali untuk menerbangkan diikat ke pohon.

“Ternyata responsnya cukup baik. Pengunjung ramai. Sejauh ini memang tidak kami pungut biaya. Siapa saja yang berani silakan menaiki. Kami memilih gumuk pasir, karena lebih aman jika terjadi apa-apa,” katanya.

https://www.instagram.com/fajartegarlaksono/?utm_source=ig_embed

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here