Presiden AS terpilih, Joe Biden. (Foto: Zimbio)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden kabarnya tidak akan memaksa warganya untuk melakukan vaksinasi virus corona bila sudah tersedia nanti.

Sebelumnya, Biden meminta warganya untuk memakai masker selama 100 hari yang juga merupakan program kerjanya, termasuk ketika berada di ruang kerja. Kebijakan ini tak lain demi membatasi penyebaran virus corona di Negeri Paman Sam.

Pada Jumat (4/12), AS mencatat lebih dari 2,500 kematian dan hampir 225 ribu terjadi kasus baru. Hingga saat ini, AS mencatat 14,3 juta kasus dengan lebih dari 275 ribu kematian.

Pfizer Inc menyatakan bahwa vaksinnya terbukti 95% efektif dalam uji klinis, sementara Moderna menyatakan vaksinnya memiliki 94% efektivitas dan telah mengajukan permohonan ke Food and Drug Administration (FDA) untuk mendistribusikan vaksin mereka di AS.

“Saya akan mengerahkan segala kemampuan sebagai presiden untuk mendorong warga negara AS melakukan hal yang benar dan ketika mereka melakukannya, tunjukkan bahwa itu penting,” kata Joe Biden, melansir BBC, Sabtu, 5 Desember 2020.

Sebelumnya mantan Senator Delaware itu juga menyatakan, dengan senang hati mendapatkan suntikan vaksin virus corona di depan umum. Hal ini tak lain untuk menghilangkan kekhawatiran akan risiko dari virus corona.

Selain Joe Biden, tiga mantan Presiden AS lainnya, seperti Barrack Obama, George W Bush, dan Bill Clinton juga mengaku siap untuk mendapatkan vaksinasi virus corona di depan umum.

“Harapan saya adalah mereka kemudian akan cenderung mengatakan bahwa tugas patriotik untuk terus maju dan melindungi orang lain layak dilakukan,” sambung Biden.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here