Kilas Balik Kemunculan Radio di Tanah Air, Hiburan Sekaligus Propaganda Politik
Ilustrasi radio sebagai propaganda politik. (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Upaya merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila sekarang menggunakan strategi propaganda perang pemikiran.

Hal itu merupakan pesan tokoh muda Nahdatul Ulama, Adnan Anwar yang diterima Mata Indonesia News, Minggu 7 Maret 2021.

Hal itu banyak dilakukan melalui banyak media massa atau media sosial yang cenderung menyebar fitnah dan hoax.

”Konten-konten itu menurut saya sudah mengarah kepada ‘membakar rumput di padang ilalang’. Ancaman ini menggunakan strategi propaganda dan ghaswatul fikr atau perang pemikiran,” ujar Adnan Anwar.

Maka dia sepakat dengan pelarangan media-media tersebut jika secara persuasi tidak mempan, karena jika dibiarkan justru akan merusak negara kita.

Ciri media tersebut adalah sering membid’ahkan kelompok lain, setelah itu yang berbeda darinya dicap kafir dan dianggap sudah keluar dari ajaran Islam.

Masyarakat yang tidak paham akan termakan propaganda yang disebar oleh kelompok itu sehingga bisa berujung perpecahan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here