Donald Trump. (Foto: Zimbio)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang sumber diplomatik mengatakan bila Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan meninggalkan Gedung Putih, tidak berencana menggelar KTT negara-negara maju Kelompok G7.

Pada Juni lalu, Trump sudah membatalkan acara KTT G7 lantaran pandemi virus corona yang menyerang dunia. Akan tetapi, waktunya kian mendesak untuk tetap mengadakan KTT G7, mengingat jatuh tempo masa jabatannya akan terjadi pada 20 Januari 2021.

Tiga sumber diplomatik mengatakan tidak ada pergerakan dari pemerintahan Trump terkait tanggal atau agenda untuk melaksanakan KTT G7. Meskipun pertemuan online masih dimungkinkan, sejauh ini belum ada persiapan atau pernyataan bersama terkait hal ini –proses yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan, demikian dikatakan salah sumber.

Melansir Reuters, Kamis, 18 November 2020, Trump sempat mengatakan bahwa dia akan memperluas daftar undangan dengan memasukkan Australia, Rusia, Korea Selatan, dan India. Trump menilai G7 sebagai “kelompol yang ketinggalan zaman.”

Dorongan Trump memasukkan Moscow disambut dingin Jerman dan sekutu lainnya. Sebagai catatan, Rusia diusir dari G8 tahun 2014 –saat AS dipimpin oleh Presiden Barrack Obama, setelah mencaplok wilayah Krimea dari Ukraina.

Rusia sendiri hingga saat ini masih menguasai wilayah itu, dan negara-negara yang tergabung dalam G7 menolak seruan Trump menerima kembali Moscow.

Kelompok G7 sendiri berisikan Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Jerman, Italia, dan Uni Eropa. Kelompok ini mulai menggelar pertemuan pada 1975, tanpa Kanada yang sekarang sudah bergabung.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here