(Foto: The Independent)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vietnam dikabarkan tengah mencari korban selamat akibat tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat dari Topan Molave –salah satu topan terkuat di kawasan tersebut dalam beberapa dekade. Hujan lebat yang berlangsung selama berminggu-minggu itu turut menewaskan sedikitnya 160 orang.

Ratusan tentara dengan alat berat dikerahkan ke lokasi longsor di daerah terpencil di Provinsi Quang Nam, di mana di wilayah tersebut sebanyak 19 orang dilaporkan tewas dan 48 orang hilang. Usaha penyelamatan dan evakuasi korban awal terhambat oleh cuaca buruk di ujung badai.

Sebanyak 12 mayat nelayan di temukan di laut pada Kamis (29/10). Angkatan Laut Vietnam tengah berupaya mencari 14 nelayan lainnya yang hilang sejak kapal mereka tenggelam.

Sedikitnya 160 orang tewas dan puluhan lainnya masih hilang, sebagian besar akibat tanah longsor yang dipicu dari hujan lebat dari Topan Molave yang melanda Vietnam sejak awal Oktober.

“Kami dapat memperkirakan jalur badai atau jumlah hujan, tetapi tidak dapat memprediksi kapan tanah longsor terjadi,” demikian penuturan Wakil Perdana Menteri, Trinh Dinh Dung, melansir Reuters, Kamis, 29 Oktober 2020.

“Jalan tertutup lumpur yang dalam dan hujan lebat masih melanda daerah tersebut, tetapi pekerjaan penyelamatan harus dilakukan dengan cepat,”sambungnya.

Lebih dari satu juta orang terkena dampak dari badai yang menyebabkan hujan lebat dan beberapa banjir buruk dalam beberapa tahun di Vietnam. Topan Molave menyebabkan 56 ribu rumah di Vietnam rusak dan jutaan orang tanpa listrik.

Berbagai foto di media sosial menunjukkan banyak desa dilanda banjir dan jalan-jalan dipenuhi puing-puing. Banyak pohon tumbang atau terhalang oleh tanah longsor.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here