Tol Laut Mampu Tekan Disparitas Harga Beras di Papua dan Papua Barat

27
Tol laut (Foto: Ist)

MATA INDONESIA, MERAUKETol laut semakin mampu menekan disparitas harga beras di Papua dan Papua Barat karena beroperasinya KM Logistik Nusantara 2, satu dari sembilan trayek tol laut yang dioperatori oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero). Trayek terbaru itu diberinama T-19.

Apalagi, setelah Jumat 28 Mei 2021 mampu mengangkut 56 kontainer beras unggulan dari Merauke ke sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.

‚ÄúPemerintah menugaskan Pelni untuk memastikan arus penyaluran logistik di wilayah Papua dan Papua Barat lebih efisien sehingga harga kebutuhan pokok dapat stabil, termasuk diantaranya beras,” ujar Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni, Yahya Kuncoro, Selasa 15 Juni 2021.

Menurut Yahya sebelum adanya trayek T-19 yang saat ini dilayani KM Logistik Nusantara 2 beras untuk Papua dan Papua Barat biasanya dikirim dari Surabaya atau Manado.

Data Perusahaan itu menunjukkan, KM Logistik Nusantara 2 telah mengangkut sebanyak 174 kontainer beras dari Merauke sepanjang tahun 2021. Pada voyage perdana yaitu pada 3 Januari 2021, KM Lognus 2 mengangkut sebanyak 24 kontainer beras.

Sedangkan untuk muatan baliknya, seperti dilansir Antaranews.com, sepanjang tahun 2021 KM Lognus 2 ini telah mengangkut sebanyak 58 kontainer, dengan mayoritas berisi batu ciping, abu batu dan pasir, yaitu komoditas unggulan dari Depapre.

Pelni terus mengajak Pemda untuk memaksimalkan komoditas unggulan daerah untuk meningkatkan muatan tol laut, sehingga penyaluran dan distribusi logistik akan lebih efisien bagi masyarakat hingga ke penjuru Nusantara.

BUMN Pelayaran itu juga mengajak para pelaku usaha untuk terus memanfaatkan kapal tol laut untuk memperluas pangsa pasar.

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama