Masjid Istiqlal, Jakarta. Masjid yang berdampingan dengan Gereja Katedral ini dapat menampung hingga 200 ribu orang. Kerap kali dijadikan wisata religi. (Instagram @dhahnial)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Nantinya infrastruktur ini akan menjadi ikon kebhinekaan antar dua tempat ibadah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pemilihan terowongan bawah tanah sebagai penghubung karena faktor keamanan dan keselamatan.

“Ada alternatif sebetulnya bisa jembatan penyeberangan, tapi kan terlalu curam, atau dengan yang lain, kita pilih terowongan yang lebih aman,” kata Basuki, Kamis 4 Maret 2021.

Pembangunan terowongan ini memang bertujuan sebagai ikon kebhinekaan. Namun, bisa juga berfungsi memudahkan akses Jemaah antar bangunan rumah ibadah untuk memenuhi kebutuhan ruang parkir tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Nantinya Terowongan Silaturahmi akan dibangun dengan panjang 33,8 meter, tinggi 3 meter dan lebar 4,5 meter dengan total luas terowongan 339,97 meter persegi.

Jarak terdekat pintu masuk terowongan dengan Gereja Katedral yakni 32 meter, sementara jarak terdekat terowongan dengan gerbang Masjid Istiqlal adalah 16 meter.

Arsitektur terowongan ini dibangun dengan gaya modern dengan eksteriornya menggunakan material transparan sehingga desain asli Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral tidak terhalang.

Pekerjaan yang bakal menghabiskan anggaran Rp 37,3 miliar ini dimulai pada 15 Desember 2020 dan ditargetkan selesai 13 Juni 2021. Bila sudah rampung, Terowongan Silaturahmi ini akan menjadi ikon kebhinekaan melengkapi tempat ibadah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

 

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here