MINEWS, JAKARTA-Bali merupakan destinasi wisata yang paling popular di Indonesia. Tak hanya wisata pantai saja yang menjadi daya tariknya namun, budaya yang khas menjadikan Bali selalu menjadi lokasi favorit bagi turis asing untuk liburan.

Tapi, kita disini tak membahas itu, tapi mengenai balutan kain hitam putih dan kuning yang selalu ada dimanapun di setiap sudut pulau dewata itu. Ternyata kedua kain itu memiliki makna dan fungsi yang berbeda lho. Kain ini berhubungan dengan kepercayaan umat Hindu di Bali.

Ada dua tempat sembahyang umat Hindu di Bali. Satu adalah yang disarungkan kain hitam putih bermotif kotak-kotak yang disebut Penunggu Karang. Bahasa sederhananya adalah pelindung, jadi dia berperan sebagai penjaga dan pelindung perkarangan satu rumah.

Penunggu Karang bertugas menangkal segala kekuatan jahat yang ingin menyerang si pemilik rumah. Jika ada yang berbuat jahat, seperti santet, maka dialah yang pertama kali menangkalnya.

“Dia nanti akan menanyakan kepada kekuatan jahat itu kenapa menyerang tuan rumahnya. Jika memang orang itu bersalah, kekuatan tersebut akan sampai ke pemilik rumah. Namun bila tidak, dia nanti akan menangkalnya,” ujar salah satu guied di Bali, Putu Reza.

Sedangkan balutan kain kuning diperuntukan untuk tuhan untuk yang disembahnya. Orang Bali menyebutnya dengan surye. Ternyata tidak sembarangan arti, ada tujuan khusus kenapa pohon dan batu besar dibaluti kain berwarna kuning, gunanya untuk keseimbangan alam supaya tidak rusak oleh sembarangan orang. Dan juga, biasanya pohon besar itu ada pelinggihnya atau dewa yang mereka sembah.

Dalam kepercayaan umat Hindu bahwa di jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore adalah letak titik keimbangan alam. Pada saat jam itu, bumi berhenti selama satu detik dan itu biasanya disebut Tri Sanye.