Terbukti Langgar Kode Etik, Firli Cuma Diberi Sanksi Ringan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri. (Foto: Minews.id/Fatimah)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dewan Pengawas KPK akhirnya membacakan putusan kasus pelanggaran kode etik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Firli dinyatakan melanggar kode etik dengan memakai helikopter untuk kepentingan sendiri. Ia menggunakan helikopter dalam perjalanan Palembang-Baturaja, Baturaja-Palembang, serta Palembang-Jakarta. Total biaya sewa helikopter tersebut adalah Rp28 juta.

Ia pun terbukti melanggar Pasal 4 ayat 1 huruf n dan Pasal 8 ayat 1 huruf f Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Majelis etik yang diisi oleh Tumpak Hatorangan Panggabean, Albertina Ho dan Syamsuddin Haris ini menghukum Firli dengan sanksi ringan berupa Teguran Tertulis II. Berdasarkan Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 2 Tahun 2020, Teguran Tertulis II berlaku selama 6 bulan.

“Menghukum Terperiksa dengan sanksi ringan berupa Teguran Tertulis II yaitu agar Terperiksa tidak mengulangi lagi perbuatannya dan agar Terperiksa sebagai Ketua KPK senantiasa menjaga sikap dan perilaku dengan menaati larangan dan kewajiban yang diatur dalam kode etik dan pedoman perilaku,” ujar Tumpak di Jakarta, Kamis 24 September 2020.

Dalam pertimbangannya, Dewan Pengawas KPK mengutarakan hal yang memberatkan adalah Firli tidak menyadari pelanggaran yang telah dilakukan. Kemudian ia sebagai ketua KPK dinilai tidak menunjukkan keteladanan.

“Hal yang meringankan, Terperiksa belum pernah dihukum akibat kode etik dan pedoman perilaku dan Terperiksa kooperatif selama persidangan,” kata Tumpak.

Firli pun menerima putusan tersebut dan langsung meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. “Saya pastikan bahwa saya tidak pernah mengulangi lagi,” katanya.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here