Resesi
Ilustrasi Resesi (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Meski bayang-bayang resesi terus menghantui perekonomian tanah air, namun tetap terbuka harapan untuk mencatatkan trend positif hingga akhir 2020.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, ekonomi RI masih berpeluang untuk tumbuh positif pada kuartal IV tahun 2020. Asalkan masyarakat kelas menengah mau membelanjakan uangnya.

“Kelas menengah baru kita ini ada 50 juta dan uang mereka saat ini ada tapi tidak berani dibelanjakan. Mereka seharusnya jadi motor penggerak,” ujarnya, Senin 28 September 2020.

Sarman juga menganjurkan agar pemerintah harus berjibaku untuk mempercepat ketersediaan vaksin corona. Sebab kehadiran vaksin bisa membangun psikologis positif dari masyarakat dan pengusaha. Selain itu, turut mendongkrak kepercayaan dan optimisme para pelaku pasar.

Ia juga mengungkapkan bahwa kalau Indonesia mampu menekan covid-19 ini melalui penyediaan vaksin, maka pada bulan November kondisi bisa normal kembali dan aktivitas usaha sudah berjalan.

“Kami memiliki keyakinan kuartal IV bisa tumbuh positif walaupun mungkin hanya 0,1 persen-1 persen,” katanya.

Hal tersebut turut diperkuat dengan adanya momentum natal dan tahun baru pada kuartal IV. Momen ini diharapkan bisa memicu daya beli masyarakat kelas menengah. Apalagi pemerintah juga sudah menggeser cuti bersama Idul Fitri ke akhir tahun ini.

Seperti diketahui, ekonomi RI kemungkinan besar masuk jurang resesi pada kuartal ketiga setelah diperkirakan terkontraksi atau minus 2,9 persen sampai 1,1 persen. Pada kuartal kedua lalu, ekonomi RI terkontraksi 5,32 persen.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here