Fadak al- Mohammadawi dan Qassem Soleimani. (Foto: English al Arabiya)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Amerika Serikat menunjuk Abu Fadak al- Mohammadawi, pemimpin Unit Mobilisasi Populer yang didukung Iran dan mantan Sekretaris Jenderal Kata’ib Hizbullah Irak, sebagai teroris global, berdasarkan laporan Departemen Luar Negeri AS.

Laporan tersebut menambahkan, Mohammadawi merupakan mantan sekretaris jenderal Kata’ib Hizbullah (KH), organisasi teroris asing yang ditunjuk AS dan SDGT (Specially Designated Global Terrorist).

“KH didirikan tahun 2006. Merupakan organisasi teroris yang didukung Iran yang berupaya untuk memajukan agenda jahat Iran di wilayah tersebut dan telah mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan teroris di Irak,” berdasarkan pernyataan Departemen Luar Negeri AS, melansir English al Arabiya, Kamis, 14 Januari 2021.

“Serangan tersebut termasuk serangan alat peledak improvisasi, serangan api tidak langsung, serangan granat berpeluncur roket, dan operasi penembak jitu,” tambah pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa KH terlibat dalam pencurian sumber daya negara Irak baru-baru ini dan meluas, menjadi pembunuhan, penculikan, dan penyiksaan terhadap pengunjuk rasa dan aktivis perdamaian di Irak.

Selain itu, Mohammadawi dilaporkan bekerja sama dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran – Pasukan Qods untuk membentuk kembali lembaga resmi keamanan negara Irak untuk membela Irak dan memerangi ISIS, sebagai gantinya mendukung rencana jahat Iran.

“Sejumlah unsur yang didukung Iran, termasuk di mana Mohammadawi sekarang memainkan peran kepemimpinan, sebelumnya telah terlibat dalam kekerasan sectarian, termasuk penculikan ratusan pria dari daerah yang dibebaskan dari kendali ISIS,” tuntas pernyataan tersebut.

Kelompok milisi Unit Mobilisasi Populer (PMU) yang didukung Iran menunjuk Abu Fadak al-Mohammadawi sebagai pemimpin baru menggantikan Abu Mahdi al-Muhandis yang tewas bersama komandan tertinggi Iran, Qassem Soleimani. Al-Mohammadawi sendiri dianggap sebagai teman dekat Soleimani.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here