Ilustrasi terorisme

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penangkalan radikalisme dan terorisme bisa dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan big data dan kecerdasan buatan (Artifical Intelligence/AI). Tenaga Ahli Fraksi Nasdem DPR RI DR Ade Muhammad menegaskan bahwa upaya ini bisa digunakan untuk memetakan jaringan terorisme.

“Kuncinya screening bisa disaring dengan analisa big data bisa petakan jarinagnnya dan bisa tertangkap, nah ini yang perlu masuk ke UU ITE baru,” kata Ade dalam Webinar ‘RUU ITE: Kondisi Keumatan dan Kebangsaan?’ , Jumat 5 Maret 2021.

Hal ini pernah dikemukakan juga oleh Course Producer dan Co-Founder dari Algoritma Data Science Education Center Samuel Chan yang menyatakan bahwa upaya melawan terorisme membutuhkan tindakan jangka panjang. Maka perlu melibatkan semua pihak termasuk negara dan swasta.

Samuel juga menegaskan bahwa untuk mencapai penanganan terorisme yang efektif negara perlu membuka diri pada inovasi dan teknologi.

“Apabila kita amati saat ini, mulai banyak perusahaan swasta yang bekerja untuk membangun lingkungan yang aman. Lingkungan yang terhindar dari aksi terorisme, hate speech, illegal trafficiking dan lain sebagainya,” kata Sam.

Sejumlah teknologi sudah dikembangkan untuk menangkal atau mendeteksi narasi-narasi yang mengandung unsur propaganda terorisme. Samuel menilai ada sejumlah teknologi yang bisa dioptimalkan yaitu image recognition, computer vision, dan biometrics mining.

Sementara di Indonesia, Kemkominfo masih menjadi salah satu aktor yang berperan menangkal radikalisme dengan menyediakan platform aduan konten. Masyarakat bisa mengadukan konten radikalisme dan terorisme melaui platform tersebut.  Selain itu Kemkominfo juga melakukan pemblokiran terhadap konten yang bernarasi radikalisme dan terorisme dengan berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder seperti BNPT, TNI dan POLRI.

Namun sejauh ini penggunaan big data masih menuai pro dan kontra karena dikhawatirkan disalahgunakan. Maka dibutuhkan regulasi yang adil tanpa diskriminasi sehingga mencegah penyalahgunaan informasi.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here