Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat Donald Trump rupanya enggan membalas serangan rudal Iran ke pangkalan militernya di Irak dengan tindakan serupa.

Trump diam-diam sudah menyiapkan sanksi ekonomi terbaru untuk menjatuhkan Iran dengan cara selain konfrontasi militer. Meskipun, Trump sesumbar bahwa militernya bisa melakukan yang lebih dahsyat dibanding serangan Iran.

“Kenyataannya, AS memiliki peralatan yang hebat dan tidak harus digunakan. Kami tidak ingin,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip dari Reuters.

Padahal, sebelumnya Trump sempat menyatakan bahwa AS sudah menyiapkan serangan dengan target 52 situs budaya bersejarah di Iran. Namun, rencana itu dikritik dari sekutu politiknya sendiri dan dibenturkan dengan hukum internasional.

Trump akhirnya membatalkan rencana itu. Tapi, ia menegaskan, AS tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir dengan cara apapun. Bahkan, AS siap mendesak semua negara di dunia agar menghentikan transaksi nuklir dengan Iran.

Situasi di Timur Tengah memanas setelah AS membunuh Komandan Pasukan Al Quds Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani di Irak pada Jumat 3 Januari 2020 lalu. Kemudian, Iran membalasnya dengan melepaskan puluhan rudal jarak jauh yang menghantam sejumlah pangkalan militer AS. Dilaporkan, dalam serangan Iran tersebut, 80 prajurit AS tewas.