Jenazah Mohsen Fakhrizadeh. (Foto: Yahoo)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Iran mulai melakukan prosesi penguburan ilmuwan terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh di sebuah pemakaman di kota Teheran, Senin (30/11). Fakhrizadeh terbunuh usai tiga peluru menyarang di tubuhnya, di mana salah satunya mengenai tulang belakangnya.

Fakhrizadeh, yang telah lama dicurigai oleh pemerintah Barat dan Israel sebagai dalang program senjata nuklir rahasia, disergap di jalan raya dekat Teheran, hari Jumat (28/11). Ia ditembak mati di dalam mobilnya.

Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami berjanji bahwa Iran akan membalas pembunuhan sang ilmuwan nuklir terkemuka itu. Sementara para ulama dan penguasa Iran meyakini musuh lama, Israel sebagai dalang di balik pembunuhan itu.

Dalam tanyangan TV pemerintah, peti mati Fakhrizadeh dibungkus dengan bendera Iran.  Hanya ada beberapa personel komandan militer senior dan keluarganya yang hadir, hal ini menyesuaikan protokol kesehatan terkait virus corona.

“Musuh tahu dan saya, sebagai seorang tentara memberi tahu mereka bahwa tidak ada kejahatan, tidak ada teror dan tidak ada tindakan bodoh yang tidak akan dijawab oleh rakyat Iran,” kata Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami, melansir Reuters, Senin, 30 November 2020.

Jenazah Fakhrizadeh selanjutnya dibawa ke pemakaman Emamzade Saleh di Teheran utara untuk dimakamkan. Kantor berita Fars mengatakan bahwa Fakhrizadeh dibunuh oleh senapan mesin otomatis yang dioperasikan dengan remote kontrol.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here