Presiden Joe Biden berbicara selama Pelantikan Presiden di Capitol Hill, Washington DC (AP Photo/Patrick Semansky)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Gedung Putih memastikan, Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden akan lebih manusiawi dan berencana membalikkan pendekatan imigrasi kejam yang diterapkan oleh mantan Presiden Donald Trump.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, Biden mengungkapkan rencananya untuk membuat jalur hukum baru untuk imigrasi dan meningkatkan proses bagi orang-orang yang meminta suaka. Kedua pemimpin juga sepakat untuk bekerja sama dalam mengurangi migrasi tidak teratur.

“Prioritasnya termasuk membalikkan kebijakan imigrasi kejam pemerintahan sebelumnya,” demikian pernyataan Gedung Putih, melansir Reuters.

Meksiko memiliki peran utama dalam rencana Biden untuk reformasi imigrasi. Awal bulan ini, Meksiko membantu mengoordinasikan upaya di Amerika Tengah untuk menampung rombongan besar migran yang menuju Negeri Paman Sam.

Kementerian Luar Negeri Meksiko juga mengatakan telah memulai pembicaraan dengan Washington mengenai perintah terkait virus corona yang ditandatangani oleh Biden guna menetapkan protokol kesehatan yang lebih tegas bagi migran yang memasuki AS.

“Panggilan tersebut menyenangkan dan penuh rasa hormat,” tulis Presiden Lopez Obrador dalam akun Twitter.

“Semuanya menunjukkan hubungan akan baik dan untuk kepentingan rakyat dan bangsa kita,” sambungnya.

Biden sendiri telah membuat dorongan awal untuk RUU yang akan membuka jalan bagi kewarganegaraan bagi sekitar 11 juta orang yang tinggal di Amerika Serikat secara ilegal, meskipun sekutunya di Kongres mengakui itu mungkin “tugas yang sangat besar.”

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here