Pemandangan di Korea Selatan di tengah pandemi virus corona. (Foto: The Thailand Medical News)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Kasus infeksi virus corona di Korea Selatan secara mengejutkan terus mengalami lonjakan. Pada Jumat (27/11), Negeri Ginseng melaporkan lebih dari 500 kasus baru hadir dalam dua hari beruntun dan menjadi rekor tertinggi dalam sembilan bulan terakhir.

Fakta ini membuat petugas medis bekerja keras mempersiapkan lebih banyak tempat tidur untuk para pasien positif terinfeksi virus corona di rumah sakit. Korsel sendiri saat ini tengah menghadapi periode ketiga gelombang virus corona.

Berdasarkan perhitungan harian, setidaknya 569 kasus virus corona terjadi setelah angka mencapai level tertinggi sejak 6 Maret, ketika Korsel “babak belur” akibat dilanda pandemi virus corona pertama, di luar Cina.

Perdana Menteri Korsel, Chung Sye-kyun memperingatkan bahwa infeksi harian dapat membengkak menjadi 1.000 dan membawa krisis yang lebih besar termasuk kekurangan tempat tidur di rumah sakit, apabila penerapan jaga jarak sosial dan pembatasan lain gagal menghentikan penularan.

“Situasinya sangat serius dan akut, karena 17 kota metropolitan dan provinsi, terutama 25 distrik di Seoul melaporkan kasus baru,” kata Chung, melansir Reuters, Jumat, 28 November 2020.

Pemerintah Korsel kembali memberlakukan aturan social distancing yang lebih ketat di ibu kota Seoul dan wilayah sekitarnya pekan ini, seperti membatasi makan di luar, layanan keagamaan, dan hiburan malam. Langkah tersebut dilakukan hanya sebulan setelah pembatasan serupa dilonggarkan ketika gelombang kedua infeksi virus corona surut.

Berdasarkan kasus terbaru, sebanyak 525 ditularkan di dalam negeri dan lebih dari 64% di antaranya berasal dari wilayah metropolitan Seoul, demikian dilaporkan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.

PM Chung mendesak pihak berwenang untuk mempersiapkan lebih banyak tempat tidur di setiap rumah sakit. Kementerian Kesehatan mengatakan ada cukup tempat tidur yang tersedia untuk saat ini, tetapi mungkin akan ada kekurangan dalam dua hingga tiga pekan ke depan apabila terus mengalami lonjakan.

Pada September, Korsel memiliki persediaan 500 tempat tidur perawatan intensif untuk 52 juta warganya. Pemerintah telah berjanji untuk menggandakan jumlahnya tahun depan.

Sejauh ini, Korea Selatan telah melaporkan total infeksi akibat virus corona sebanyak 32,887 kasus dengan 516 kematian.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here