Guru mengajar pada hari pertama sekolah tatap muka di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Barat, Aceh, Senin (20/7/2020). Guna mencegah penyebaran COVID-19, pihak sekolah membagi siswa menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama belajar di sekolah dan lainnya belajar di rumah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.

MATA INDONESIA, JAKARTA – Terpaparnya tiga siswa peserta sekolah tatap muka di Bogor menunjukkan sekolah dan orang tua tidak mengerti betul konsep protokol kesehatan saat pandemi.

Pesan itu diterima Mata Indonesia News, Kamis 8 April 2021 dari edukator Covid19, Firdza Radiany dan Nesser Ike.

“Protokol kesehatan itu bukan hanya terjadi di sekolah saja, tapi di rumah, saat di perjalanan sekolah ; baik untuk guru dan siswa. Protokol kesehatan itu 24 jam,” ujar Firdza dan Nesser.

Menurut Dinas Pendidikan Jawa Barat, dalam dua minggu terakhir terdapat dua kasus siswa terkonfirmasi positif Covid19 usai mengikuti sekolah tatap muka.

Seorang siswa terpapar saat mengikuti upacara bendera di luar sekolah, sedangkan seorang lagi terpapar kegiatan lainnya juga di luar sekolah.

Meski begitu sekolah tatap muka tetap dilanjutkan sedangkan yang tidak terpapar langsung dikembalikan ke pembelajaran jarak jauh dengan internet.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here