Kendaraan yang dikendarai komandan Pengawal Revolusi Iran di perbatasan Irak-Suriah. (Foto: Associated Press)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Serangan udara menewaskan seorang komandan Pengawal Revolusi Iran di perbatasan Irak-Suriah. Hal ini diungkapkan oleh pejabat keamanan Irak dan milisi lokal.

Mereka tidak dapat memastikan identitas komandan yang terbunuh bersama tiga pria lainnya yang berada dalam satu kendaraan. Dilaporkan kendaraan tersebut membawa senjata melintasi perbatasan Iran dan dihantam setelah memasuki wilayah Suriah, demikian dikatakan dua pejabat keamanan Irak secara terpisah.

Kelompok paramiliter Irak yang didukung Iran membantu mengambil jenazah-jenazah tersebut. Akan tetapi kedua pejabat itu tidak memberikan waktu kejadian secara rinci.

Sumber militer dan milisi lokal mengkonfirmasi akun tersebut. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen bahwa seorang komandan Pengawal Revolusi Iran telah terbunuh.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh dibunuh di dalam mobilnya, dekat kota Teheran, Jumat (27/11). Tuduhan kian menguat ke arah Israel menyusul senjata yang dikumpulkan dari lokasi penembakan tersebut memiliki logo dan spesifikasi industri militer Israel.

Melansir Reuters, Selasa, 1 Desember 2020, Israel melancarkan serangan udara terhadap apa yang disebut berbagai sasaran Suriah dan Iran di wilayah Suriah pekan lalu. Menandakan bahwa mereka akan mengejar kebijakannya untuk menyerang sasaran Iran di kawasan itu, bahkan ketika Presiden Trump bersiap meninggalkan Gedung Putih.

Milisi Irak yang didukung Iran masih menyimpan luka akibat pembunuhan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap pemimpiin korps elit Pasukan Penjaga Revolusi Islam, Al Quds, Qassem Soleimani pada awal tahun 2020 dan pemimpin Irak, Abu Mahdi al-Muhandis. Mereka bersumpah akan membalaskan dendam terhadap Paman Sam.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here