MATA INDONESIA, JAKARTA – Ajang perlombaan balap motor dunia atau yang lebih dikenal dengan sebutan MotoGP berhasil menarik perhatian penonton karena selalu menampilkan persaingan antar pembalap di atas sirkuit yang semakin ketat.

MotoGP adalah ajang lomba balap motor tertua dari semua perlombaan balap motor di dunia. Ajang balap motor ini pertama kali digelar pada tahun 1949 oleh Federation Internationale Motocyclisme (FIM). Pada saat itu motor yang paling tinggi dalam ajang balap motor ini adalah kelas 500cc. Dulunya ajang balap motor ini biasa disebut dengan GP500.

Di era 60-an, pabrikan motor asal Jepang mulai muncul. Banyak industri motor asal Jepang yang ikut berpartisipasi dalam ajang balap motor ini seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki. Atas keberhasilannya mendominasi balap motor di kelas 125cc, 250cc, dan 500cc, membuat industri motor asal Jepang berhasil meraih gelar juara dunia pada saat itu.

Di era ini juga ditandai dengan kemunculuan pembalap legendaris MotoGP yaitu Giacomo Agostini. Dari awal kemunculannya hingga awal era modern, Agostini berhasil meraih 10 gelar dalam lima musim berturut-turut serta meraih gelar ganda di kelas 350cc dan 500cc.

Di akhir era 60-an, pabrikan motor asal Jepang banyak yang menarik diri dari partisipasinya di ajang balap motor ini karena adanya keterbatasan biaya. Pada saat itu pabrikan motor asal Jepang yang bertahan hanya Yamaha saja.

Pada tahun 1970-an, pabrikan motor asal Eropa sangat mendominasi di ajang balap motor ini, yaitu Bultaco, MV Agusta, Kreidler, dan Morbidelli. Sedangkan pabrikan motor asal Jepang kembali menghadirkan Kawasaki dan Suzuki untuk mendampingi Yamaha. Pabrikan motor asal Amerika yang juga turut berpartisipasi yaitu Harley Davidson. Pabrikan motor asal Jepang berhasil menyalip dominasi MV Agusta pada pertengahan era 70-an.

Honda yang beristirahat selama 12 tahun hadir kembali dan pada tahun 1983. Mereka mengubah filosofi motor dari menggunakan mesin 4-tak menjadi V3 500 2-tak, yang dikenal sebagai NS500, dan membawa Freddie Spencer meraih gelar juara dunia di kelas 500cc. Gelar tersebut meupakan gelar pertama bagi Freddie dan juga tim Honda sejak mereka kembali di arena MotoGP.

Di tahun 1983 juga, kelas 350cc dihapus dari ajang balap motor ini. Kelas 50cc kemudian digantikan oleh kelas 80cc di tahun 1984, tetapi kelas yang sering didominasi oleh pembalap dari Spanyol dan Italia ini akhirnya ditiadakan pada tahun 1990. Kelas sidecars juga ditiadakan dari kejuaraan dunia di tahun 1990-an dan hanya menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc.

Pada era 1980-1990, pabrikan motor asal Jepang sangat mendominasi. Pada tahun itulah kualitas motor racing masuk pada tahap teknologi modern dengan tingkat persaingan sangat ketat. Pertarungan antar pabrikan asal Jepang yaitu Yamaha, Honda dan Suzuki menghasilkan duel-duel klasik yang sangat menarik. Tercatat dalam sejarah Eddie Lawson, Randy Mamola, Freddie Spencer, Wayne Rainey, dan Kevin Schwantz adalah pembalap yang berjaya pada saat itu.

Di tahun 2002, terjadi pergantian nama ajang perlombaan balap motor ini menjadi Kejuaraan Dunia MotoGP yang dikenal sampai saat ini. Dan di tahun yang sama diperkenalkan juga kelas 990cc.

Walaupun sudah digunakan selama lima tahun untuk ajang balap MotoGP, mesin 990cc ini dianggap terlalu memiliki tingkat kecepatan yang berelebihan, sehingga pihak FIM mengeluarkan regulasi baru untuk menghilangkan sedikit tingkat kecepatannya dengan tujuan keamanan bagi para pembalap.

Dimulai pada tahun 2007, dengan peraturan yang baru dan berubah menjadi 800cc dari sebelumnya 990cc. Pabrikan motor juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan memiliki batas berat yang telah ditentukan.

Namun, dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat, MotoGP mengubah kategori mesin menjadi 1000cc dari tahun 2012 sampai sekarang. Di tahun yang sama, FIM juga melakukan perubahan dengan menghapus kelas 125cc, sebagai gantinya FIM memperkenalkan kelas Moto3 untuk motor kelas 250cc dan Moto2 untuk motor kelas 600cc.

Reporter: Fachmi Juniyanto

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here