Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono

MATA INDONESIA, JAKARTA – Terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa membuat Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedih.

Ia mengatakan, kejadian Kongres Luar Biasa (KLB) yang terjadi Jumat siang 5 Maret 2021 di Deli Serdang, Sumatera Utara merupakan tindakan yang abal-abal.

SBY mengungkapkan, saat ini pihaknya merasa berduka atas hal yang terjadi.

“Saudara hari ini kami berkabung, Partai Demokrat berkabung, sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung karena akal sehat telah mati,” katanya saat konferensi pers di Perumahan Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat 5 Maret 2021.

Presiden RI ketujuh itu turut mengungkapkan permohanan ampun kepada Tuhan yang Maha Esa.

Hal itu diutarakan SBY karena katanya selama dia memimpin dan membesarkan Partai Demokrat tidak pernah terlintas akan kejadian seperti ini.

”Saya mohon ampun kepada yang maha kuasa, tak pernah terlintas bahwa akan dibeginikan saya tidak benar-benar menyangka,” katanya.

Tak lupa, SBY mengulas kepemimpinannya sebagai Presiden Indonesia selama sepuluh tahun atau dua periode.

Dia mengungkapkan selama dirinya memimpin tidak pernah merasa mengganggu dan merusak partai lain.

”Sewaktu 10 tahun memimpin RI baik secara pribadi dan pembina tidak mengganggu dan merusak partai lain, seperti yang kami alami saat ini,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuturkan, bahwa pelaksanaan KLB tersebut dinilai inkonstitusional dalam segi aturan hukum karena tidak sesuai dengan konstitusi yang ada di Partai Demokrat.

Di mana yang dimaksud konstitusi di Partai Demokrat menurut putra sulung dari SBY ini yakni adanya AD/ART yang mengatur, terlebih soal KLB.

”KLB ini tidak sesuai dengan konstituen Demokrat, (berdasarkan AD ART) harus disetujui dan didukung dua pertiga dari jumlah DPD, dan setengah dari jumlah DPC dan itu merupakan angka minimal, dan persetujuan dari ketua Majelis Partai,” kata AHY.

Sedangkan kata dia, pada KLB yang terjadi siang tadi seluruh anggota, baik dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat tidak mengikuti KLB tersebut.

Seluruhnya kata AHY dikonfirmasi berada di daerah masing-masing. AHY mengatakan bahwa KLB yang terjadi Jumat siang merupakan ilegal.

AHY mengatakan, sebagai negara demokrasi Indonesia seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, independensi, dan kedaulatan partai politik.

Karena itu dirinya juga meminta agar pemerintah tidak tinggal diam atas langkah Moeldoko yang dinilai telah memecah belah partai.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here