Elon Musk
CEO Tesla Elon Musk

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tesla’s Big Battery Event telah usai pada Selasa 22 September 2020. CEO Tesla Elon Musk berjanji, perusahaannya akan menjual mobil listrik dengan harga yang mudah dijangkau, yakni seharga 25 ribu dolar AS, atau sekitar Rp 370 juta.

Mobil ini dijanjikannya akan tersedia dalam waktu tiga tahun mendatang. Namun, respon investor tak begitu bagus atas pernyataan Musk.

Tercatat, saham Tesla langsung runtuh 5,6 persen setelah Musk memberi janji tersebut, dan kembali turun hingga 7 persen dalam perdagangan beberapa jam setelahnya.

“Kami tidak memiliki mobil yang terjangkau. Itu adalah sesuatu yang akan kita miliki di masa depan. Tapi kita harus menurunkan biaya baterai,” kata Musk, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 23 September.

Meskipun begitu, Musk mengakui Tesla tidak sepenuhnya menyelesaikan desain kendaraan dan baterai baru yang ambisius karena sering meleset dari target produksi.

“Memproduksi mobil listrik yang terjangkau selalu menjadi impian kami sejak awal berdirinya perusahaan,” ujarnya.

Untuk membantu menurunkan biaya kendaraan, Musk menggambarkan baterai generasi baru akan lebih bertenaga, tahan lama, dan setengah lebih mahal dari pada penjualan perusahaan saat ini pada acara ‘Battery Day’ Tesla.

Musk menuturkan, Tesla juga berencana untuk mendaur ulang sel baterai di pabrik besarnya yang berada di Nevada.

Hanya saja, inovasi tersebut diharapkan dapat berdampak positif. Sebab, pengumuman itu membuat Tesla kehilangan kapitalisasi pasar hingga 50 miliar dolar AS dari penutupan Senin. Sebab investor menghapus 20 miliar dolar AS hanya dalam dua jam setelah perdagangan ditutup pada Selasa.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here