MINEWS, JAKARTA-Masuk dalam daftar target pemberantasan narkoba Presiden Rodrigo Duterte atau narco-politician, Wali Kota Filipina disergap ketika berada dalam tahanan polisi. Ia lalu dibunuh dengan cara ditembak pada Jumat 25 Oktober 2019.

Ia merupakan pejabat terbaru dalam daftar hitam pemimpin yang menjadi sasaran orang-orang bersenjata tak dikenal.

“Sejumlah pria bersenjata menghentikan sebuah van polisi yang membawa David Navarro, Wali Kota Clarin, ke kantor kejaksaan negara bagian di pusat Kota Cebu dan menembaknya hingga mati,” kata pihak berwenang seperti dikutip dari Straits Times, Sabtu 26 Oktober 2019.

Polisi kota telah menangkap Navarro, yang tengah dalam kunjungan kerja resmi, Kamis malam setelah ia diduga menyerang seorang tukang pijat, seorang perwira polisi Cebu yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP.

“Setelah serangan itu, di mana salah satu pengawal polisi Navarro juga terluka, orang-orang bersenjata itu melarikan diri,” kata polisi.

Filipina dikenal memiliki budaya politik yang keras dan seringkali mematikan, tetapi para pemantau hak asasi manusia menyatakan keprihatinannya bahwa perang obat bius yang digagas Rodrigo Duterte yang telah menyebabkan terbunuhnya ribuan tersangka narkotika oleh polisi mungkin membuat para penyerang semakin berani.