Migran asal Honduras yang ingin menuju AS, terjebak di Guatemala. (Foto: The Irish Times)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan presiden baru, Joe Biden, menangguhkan semua pendaftaran baru dalam program yang membuat puluhan ribu migran menunggu di Meksiko untuk pemeriksaan di pengadilan AS.

Program yang dikenal dengan Protokol Perlindungan Migran, diberlakukan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump dan telah membuat orang terjebak selama bertahun-tahun dalam ketidakpastian di dekat perbatasan Negeri Paman Sam.

“Semua peserta MMP (Mexican Migration Project) saat ini harus tetap di tempat mereka, menunggu informasi lebih lanjut dari pejabat pemerintah AS,” berdasarkan sebuah pernyataan agensi, melansir Reuters, Kamis, 21 Januari 2021.

Presiden Biden berjanji akan lebih ramah dan manusiawi terhadap para migran maupun pencari suaka di AS. Biden juga memastikan akan mengakhiri kebijakan imigrasi yang ketat dari pendahulunya, tetapi pemerintahannya memperingatkan para imigran untuk tidak melakukan perjalanan karena kebijakan tidak akan berubah dalam semalam.

Pejabat administrasi mengatakan kepada NBC News, para migran yang mencoba mendapatkan suaka di AS perlu memahami bahwa mereka tidak akan dapat segera datang. Pemerintahan Biden akan memprioritaskan imigran tidak berdokumen yang sudah tinggal, bukan mereka yang menuju ke AS, kata pejabat tersebut.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here