MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjadi rival di lapangan, bukan berarti tak bisa bersahabat di luar lapangan. Ini yang ditunjukkan pebulutangkis China, Huang Ya Qiong dan Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

Ya Qiong adalah pasangan nomor satu dunia di ganda campuran bersama Zheng Si Wei. Keduanya berada di posisi puncak sejak 2018. Sementara Sapsiree juga bertanding di nomor ganda campuran bersama Dechapol Puavaranukroh.

Hubungan persahabatan keduanya dimulai pada 2017 ketika Ya Qiong dan Sapsiree sering bertanding di lapangan sebagai rival.

“Sejak tahun 2017, kami sering bertanding di semua kompetisi. Tapi hubungan kami menjadi dekat setelah Kejuaraan Asia 2018 ketika mereka meminta untuk foto bersama. Setelah itu kami jadi sering berkomunikasi,” kata Ya Qiong, di laman Olympic Channel.

“Kami lawan di lapangan dan berteman di luar lapangan. Hasil di atas lapangan tidak berdampak pada kehidupan normal kami di luar lapangan. Kami selalu menanti kesempatan bertanding sebagai lawan di lapangan,” tambah Ya Qiong.

Ya Qiong dan Sapsiree kerap membagikan foto-foto keduanya sedang jalan bersama di media sosial. Uniknya, dalam komunikasi mereka terkadang menggunakan bahasa isyarat. Pasalnya, Ya Qiong tak bisa bahasa Thailand, dan Sapsiree juga tak bisa bahasa Mandarin.

“Kami menggunakan bahasa campuran dalam berkomunikasi. Kadang campuran Mandarin, Inggris dan bahasa isyarat dengan menggunakan gestur,” ujar Sapsiree.

Baik Zheng Si Wei dan Dechapol Puavaranukroh tak mempermasalahkan rekannya itu bersahabat di luar lapangan. Bahkan, Si Wei membandingkan pertemanan antara pebulutangkis China, Lin Dan dengan pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei.

“Tidak ada masalah. Lin Dan dan Lee Chong Wei juga berteman. Intensitas rivalits mereka di lapangan bukan berarti tak bisa berteman di luar lapangan. Saya pikir, menjadi kompetitor bukan berarti tak bisa berteman,” ungkap Si Wei.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here