Pertemuan di Balai Kitri Bogor. ([email protected])

MINEWS.ID, JAKARTA – Pertemuan para kepala daerah bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Yenny Wahid adalah untuk menghadapi kondisi politik terkini setelah pemilihan presiden yang penuh emosi dan cenderung memecah belah bangsa.

“Itulah kenapa kami, para pemimpin regional maupun pimpinan partai dan komunitas, baik pemilih 01 maupun 02, berkumpul sambil buka bersama di Bogor untuk konsisten memberi pesan sejuk dan adem kepada masyarakat, agar selalu kedepankan pesan damai positif dan pesan kerukunan,” begitu diungkapkan Ridwan Kamil yang mengikuti pertemuan tersebut.

Sekarang adalah momen testing sejarah terhadap sila ke-3 Pancasila. Emil panggilan akrab Ridwan Kamil menyatakan setiap berkompetisi akan ada kegembiraan dan kekecewaan karena sudah hakikatnya begitu.

Justru pilihannya untuk menyelesaikan kekecewaan tersebut harus diselesaikan dengan saling mengedepankan ego masing-masing atau melalui sebuah sistem hidup yang beradab yaitu musyawarah dan jalur hukum.

Peserta pertemuan tersebut mengharapkan menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah dan jalur hukum.

Menurut Emil, perbedaan adalah sunatullah. Jasad kita lahir karena perbedaan dua individu ayah dan ibu.

Kita pun selalu berbeda dalam pilihan baju, selera makanan, kesukaan klub bola juga pilihan dalam pemilu. Itulah kenapa pendiri bangsa ini melahirkan sila ke-3.

Karena tanpa itu kita sudah tidak menjadi Indonesia hari ini. Kita mungkin hanyalah jadi negeri-negeri kecil yang terpecah-pecah karena ego etnisitas atau ego agama.

(IG @ridwankamil)

Peserta pertemuan itu adalah Gubernur NTB Zulkifliemansyah dari PKS, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (PDIP), Wagub Jatim Emil Dardak, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin, Walikota Tangerang Selatan Airin (Partai Golkar).

Selain itu ada Bupati Banyuwangi Azwar Anas dari PDIP, Yenny Wahid dan Bima Arya, Walikota Bogor selaku tuan rumah.

Pertemuan itu dilakukan di Balai Kitri, Museum Kepresidenan, Kota Bogor.