Ilustrasi Jakarta terapkan PSBB
Ilustrasi PSBB Jakarta belum dipatuhi. (Foto : Mataindonesia/Ilham Dewansyah)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid19 ternyata telah membawa berkah bagi Jakarta yaitu mengurangi kemacetan lalu-lintas karena pemberlakukan work from home (WFH) maupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal itu tercatat dengan rinci pada data yang dikeluarkan perusahaan pembuat GPS dunia Tomtom yang dikutip Senin 18 Januari 2021.

Menurut catatan Tomtom, kemacetan Jakarta tahun 2020 terutama setelah pemerintah menyatakan menemukan kasus pertama Covid19 menurun drastis.

Jika pada 2019, Jakarta diperingkatkan pada 10 kota termacet di dunia, pada akhir Desember 2020 menjadi nomor 31.

Berdasarkan data yang diunggah pada tomtom.com, pada April 2020 saat PSBB pertama kali diberlakukan tingkat kemacetan hanya 11 persen.

Dibandingkan Februari 2020 yang mencapai 61 persen. Tomtom mengkategorikan tingkat kemacetan parah di angka 50 persen atau lebih. Kemacetan paling parah di Jakarta menurut data Tomtom adalah pada 28 Februari 2020 dengan angka 86 persen.

Sementara kemacetan paling parah di Jakarta tahun 2019 terjadi tanggal 6 Maret 2019 dengan angka 91 persen.

Jadi, PSBB lebih berpengaruh kepada berkurangnya tingkat kemacetan lalu lintas dibandingkan mengurangi penularan Covid19.

Sebab, DKI Jakarta selalu menjadi penyumbang tertinggi kasus positif Covid19 di Indonesia, rata-rata di atas 1.500 kasus pada akhir tahun lalu. Sedangkan data terakhir bahkan mencatat lebih dari 3000 kasus.

Untuk mengetahui data Tomtom lebih jelas silakan mengakses link berikut:https://www.tomtom.com/en_gb/traffic-index/jakarta-traffic

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here