Pakar UGM
Pakar UGM Prof.Dr.rer.nat Dedi Rosadi,S.Si., M.Sc. prediksi wabah corona berakhir Mei. (ugm.ac.id)

MATA INDONESIA, YOGYAKARTA – Berdasarkan data yang sudah tersebar sekarang, Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedi Rosadi dan timnya memprediksi menggunakan pendekatan paling optimis pandemi Covid19 berakhir pertengahan Februari 2021.

Saat itu, seluruh kasus terkonfirmasi positif yang tercatat minimal mencapai 322 ribu orang.

Namun, kondisi itu tergantung dari upaya pemerintah dalam mengendalikan laju penyebaran penyakit saluran pernapasan tersebut.

Dedi memproyeksikan hal itu menggunakan model hybrid kompartemen SIR-Regresi-runtun-waktu.

Sementara itu menggunakan model Probabilistic Data Driven Model (PDDM) Covid19 Indonesia yang disusun oleh Dedi Rosadi bersama Alumni FMIPA UGM, Drs Joko Kristadi, MSi. dan Dr Fidelis Diponegoro, SSi, MM, memperkirakan puncak pandemi pada pertengahan November sampai awal Desember.

Sementara akhir pandemi diperkirakan pada Mei 2021 dengan prakiraan total kasus positif Covid19 mencapai 700 orang.

Sedangkan dengan tim lainnya, Dedi melakukan kajian dengan pendekatan model kurva Richard dan kurva pertumbuhan logistik, menghasilkan prediksi akhir pandemi antara April 2021 sampai awal 2022. Kisaran prediksi penderita total sangat mirip dengan hasil model SIR-Regresi dan PDDM.

Berdasarkan prediksi tersebut, Dedi Rosadi menyampaikan sejumlah catatan penting yang patut menjadi perhatian bersama pada saat ini.

Pertama, perlunya dilakukan pengendalian penyebaran COVID-19 secara optimal dengan menggencarkan 3T yakni “tracing, testing, dan treatment” di episentrum utama Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Selatan.

Demikian pula di provinsi lain, menurut dia, perlu juga dilakukan pengendalian penyebaran secara lebih optimal dengan lebih menggencarkan gerakan 3T.

Selanjutnya, perlunya meningkatkan kewaspadaan adanya penularan lokal di beberapa wilayah provinsi atau kabupaten yang menjadi episentrum penyebaran COVID-19.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here