Polusi Jakarta
Polusi Udara Jakarta (Sumber: Istimewa)

MINEWS, JAKARTA – Lagi-lagi Jakarta menorehkan ‘prestasi membanggakan’ di kancah dunia. Tadi pagi, Selasa 25 Juni 2019 sekitar pukul 06.30 WIB, Jakarta menempati urutan pertama dengan tingkat polusi terburuk di dunia.

Hal itu berdasarkan pengamatan pada data AirVisual, situs online penyedia peta polusi, yang menunjukkan udara di Jakarta benar-benar tak bersahabat. Sampai pukul 11.30 WIB tadi, Jakarta turun menempati posisi ketiga.

AirVisual mencatat nilai Air Quality Index (AQI) Jakarta pada tadi pagi adalah 231 dengan kategori very unhealthy. AQI menjadi indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu wilayah.

AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2.5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai AQI dari 0 sampai 500. Semakin tinggi, maka menunjukkan semakin buruknya polusi udara di wilayah tersebut. Bahkan, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu menyebut, nilai AQI Jakarta masih berada di posisi unhealthy dengan nilai 173 pada siang hari.

“Dari data KLHK pun PM 2.5 jam 7 pagi tadi di atas 100 ug/m3,” ujar Bondan, seperti dikutip dari Republika, Selasa 25 Juni 2019.

Berdasarkan data situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memantau di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), kondisi udara di Jakarta pada pagi hari dalam keadaan tidak sehat.

Nilai konsentrasi parameternya PM 2.5 sebesar 100 mikrogram per meter kubik dan pada siangnya masih berada di kisaran nilai 63. Keadaan polusi ini tidak sehat terlebih bagi orang-orang yang sensitif terhadap polusi udara.