Donald Trump dan Xi Jinping. (Foto: CNBC)

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Cina, Xi Jinping akhirnya memberikan selamat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden. Ia pun berharap Beijing  dan Washington dapat mewujudkan kerja sama yang saling menguntungkan di tengah konflik perdagangan, teknologi, dan keamanan.

Sebagaimana diketahui, hubungan kedua negara berada di level terendah dalam beberapa dekade. Banyak analis Cina mengatakan bahwa empat tahun dan pertikaian di bawah pemerintahan Donald Trump meninggalkan kesan mandalam bahwa dua kekuataan terkemuka dunia saat ini telah menjadi pesaing.

Berbeda dengan Trump, banyak pihak meyakini bahwa Biden akan membawa warna berbeda. Ia juga diharapkan dapat melanjutkan kerja sama dengan Cina, soal Korea Utara, perubahan iklim, dan virus corona, menyusul pendekatan konfrontatif yang dilakukan presiden sebelumnya yang meluncurkan perang tarif dan memberi sanksi kepada perusahaan-perusahaan Cina.

Tetapi analisis memperkirakan beberapa perubahan kebijakan utama AS karena frustrasi yang meluas dengan Beijing atas perdagangan, hak asasi manusia, dan pencuri teknologi.

Dalam sebuah pesan kepada Biden, Presiden Xi mengatakan bahwa hubungan yang sehat dan stabil adalah harapan umum komunitas internasional, menurut kantor berita resmi Xinhua.

“Kami berharap kedua belah pihak akan menjunjung tinggi semangat non-konflik dan non-konfrontasi, saling menghormati, dan kerja sama yang saling menguntungkan (win win), akan fokus pada kerja sama, mengontrol perbedaan, dan mempromosikan pembangunan Cina-AS yang sehat dan stabil,” kata pernyataan tersebut, melansir Associated Press, Kamis, 26 November 2020.

AS dan Cina memiliki salah satu hubungan perdagangan terbesar di dunia. Akan tetapi, hubungan resmi telah diguncang oleh tuduhan mata-mata, pandemi virus corona, kemudian tindakan keras Beijing di Hong Kong, dan perselisihan mengenai kendali atas Laut Cina Selatan.

Presiden Trump juga telah meningkatkan tekanan terhadap Beijing sejak pemilu dengan mengeluarkan perintah yang melarang orang AS berinvestasi dalam sekuritas yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menurut pejabat AS dimiliki atau dikendalikan oleh militer Cina.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here