Presiden Erdogan dan Presiden Macron. (Foto: Arab News)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Prancis dilaporkan memanggil dua Duta Besarnya untuk Turki. Hal ini dilakukan menyusul statement pedas yang dilayangkan Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan terhadap Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

“Apalagi yang dapat dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan berperilaku seperti ini kepada jutaan orang yang tinggal di negaranya yang merupakan anggota dari agama yang berbeda? Apa masalah Macron dengan Islam dan Muslim? Macron membutuhkan perawatan mental,” ucap Erdogan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi.

Sontak statement tersebut membuat Macron murka. Setelah pernyataan yang dilontarkan Erdogan, seorang pejabat Kepresidenan Prancis mengatakan kepada kantor berita AFB bahwa Duta Besar Prancis untuk Turki akan bertemu dengan sang Presiden untuk membahas masalah tersebut.

Bukan hanya itu, pejabat Prancis tersebut juga mengecam komentar pedas Erdogan. Ia juga meminta Erdogan untuk mengubah arah kebijakan negaranya.

“Komentar Erdogan tidak dapat diterima. Kelebihan dan kekasaran bukanlah sebuah metode kami. Kami menuntut agar Erdogan mengubah arah kebijakannya karena berbahaya dalam segala hal,” kata seorang pejabat Kepresidenan Prancis, melansir BBC, Minggu, 25 Oktober 2020.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here