(Foto: Retail News From Asia)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan bahwa jenis pisang yang ada di Indonesia sangat variatif, di antaranya: pisang Cavendish, barangan, pisang tandung, raja emas, kapok tanjung, dan lain-lain.

“Pisang bisa menjadi komoditi ekspor unggulan karena tiap tahun trennya semakin meningkat. Permintaan pasar tidak hanya di Asia, termasuk di Jepang dan negara lain,” kata Fadjry, Kamis, 29 April 2021.

Untuk mendukung pengembangan pisang di Indonesia, Fadjry mengungkapkan, Balitbang melalui Balitbu Tropika terus bekerja keras guna menciptakan inovasi teknologi dan berbagai varietas unggul, salah satunya dengan convensional breeding yang telah menghasilkan varietas pisang INA 03 yang tahan penyakit layu fusarium.

“Produk turunan pisang masih banyak yang belum kita ekspor agar memberi nilai tambah,” sambungnya sambil menambahkan bahwa Balitbang juga mendukung program Kementan dalam pengembangan kawasan holtikultura seperti kampung pisang, termasuk industri pengolahan pisang.

Salah satu kisah sukses kampung buah adalah kampung pisang berbasis korporasi di daerah Tanggamus, Lampung yang dikembangkan tahun 2017, bekerja sama dengan PT Great Giant Pineapple (GGP).

Kampung pisang ini, awalnya hanya memiliki tanah seluas 10 hektar. Namun, saat ini sudah berkembang hampir 400 hektar dan dikelola oleh 800 petani. Kampung pisang ini dapat berkembang secara signifikan karena konsep korporasi yang bekerja sama dengan mitra industri.

Tahun 2021, kampung pisang rencananya akan dibudidayakan di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tenggara (Aceh), Lampung Barat (Lampung), Cianjur dan Bogor (Jawa Barat), Grobogan (Jawa Tengah), serta daerah Blitar (Jawa Timur) dengan luas lahan keseluruhan 280 hektar.

Selanjutnya pengembangan kawasan pisang sebagai pendukung pengembangan pangan lokal akan dikembangkan di daerah Minahasa (Sulawesi Utara), Bantaeng (Sulawesi Selatan), Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Halmahera Timur (Maluku Utara), serta Pulang Pisau dan Kapuas (Kalimantan Tengah).

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto mengungkapkan bahwa produksi pisang di Indonesia tahun 2020 sebesar 8.182.756 ton, meningkat 12,4 persen dari tahun 2019.

Sebagai catatan, pisang adalah komoditas unggulan ekspor Indonesia yang selalu didorong dalam kerjasama internasional. Negara tujuan ekspor pisang Indonesia di antaranya: Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Belanda, Australia, China, hingga negara-negara Timur Tengah.

Adapun nilai ekpor pisang tertinggi yakni ke Negeri Sakura, sebesar 1,348 juta USD tahun 2020. Namun, share Indonesia di pasar Jepang hanya 0,16%.

“Kami mohon penelitian terkait permasalahan kenapa kita tidak mampu bersaing ke Jepang. Selain harga juga karena faktor lalat buah. Ini menjadi kendala dalam mengekspor pisang, padahal Jepang pasarnya sangat bagus,” kata Bambang Sugiharto.

Bambang berharap pengembangan 71 kawasan hortikultura pisang seluas 1.300 hektar diarahkan untuk tujuan ekspor. Pengembangan kawasan pisang tersebut diharuskan untuk menggunakan pestisida hayati agar bisa dikendalikan sejak awal sehingga tidak ada bahan kimia pada pisang dan bebas dari lalat buah.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here